Serahkan Nasib pada Tetangga

Serahkan Nasib pada Tetangga

  Kamis, 12 May 2016 09:30
De Gea

Berita Terkait

LONDON – Akankah Manchester United kembali gagal lolos ke Liga Champions? Ya, tanda-tanda itu semakin kentara menyusul kekalahan 2-3 melawan West Ham United di Upton Park, London, kemarin dini hari. Dengan satu petandingan tersisa melawan Bournemouth pada Minggu (15/5), United harus menang untuk mengejejar Manchester City yang ada di peringkat keempat. Kedua tim berselisih dua angka (65-63). Tapi, itu pun sia-sia jika pada laga lainnya City berhasil mendapatkan angka saat meladeni Swansea. 

''Sekarang semua ada di tangan City. Fokus kami tidak boleh berubah, tetap mencoba memenangi laga berikutnya,'' kata gelandang bertahan United Michael Carrick sebagaimana dikutip dari Sky Sports. Ketangguhan Swansea di kandang sendiri menjadi harapan penggawa United. Sejak 5 Maret, Swansea tidak pernah tersentuh kekalahan. Chelsea dan Liverpool pun menjadi korban ketangguhan skuad besutan Francesco Guidolin itu di Liberty Stadium. Juara bertahan Chelsea kalah 0-1 (9/4), sedangkan Liverpool ditekuk 1-3 pada 1 Mei.

Carrick menilai bukan tidak mungkin klub wakil Wales tersebut mengakhiri rekor susah menangnya atas The Citizens – julukan City. ''Jangan terburu-buru. Peluang kami belum habis, toh masih ada satu laga tersisa,'' kata gelandang 34 tahun itu.     City memang harus kalah jika United ingin membuka kans merebut posisi keempat. Itu pun dengan asumsi Setan Merah – julukan United – menang atas Bournemouth. Jika Cityu imbang melawan Swansea dan United menang, poin akhir kedua tim sama (66). United kalah jauh oleh City dalam selisih gol. Saat ini City surplus 30 gol. Sedangkan United hanya 12. 

''Tenang saja, City pasti kalah dan kami menang lalu menduduki posisi keempat, kalian paham kan?'' kata pelatih United Louis van Gaal dalam post match conference kemarin. Pelatih berkebangsaan Belanda itu mengakui kekalahan kesepuluh United musim ini tidak ada kaitannya dengan serangan dari fans West Ham kepada bus pemain United sebelum laga. Sebaliknya, murni karena persoalan taktikal. ''Buktinya, kami sempat unggul 2-1. Kalau pemain kami terpengaruh itu, sejak menit awal kami pasti kesulitan,'' katanya. 

Wayne Rooney dkk sempat leading 2-1 hingga menit ke-75. Gol pembuka West Ham yang dicetak Diafra Sakho pada menit ke-10 langsung dibalikkan Anthony Martial dengan dua golnya pada menit ke-51 dan 72. Tapi, tuan rumah membalas dengan gol balasan dari Michail Antonio pada menit ke-76 dan Winston Reid (81'). 

Van Gaal layak kecewa dengan permainan anak asuhnya. Terutama dalam mendobrak defense The Hammers – julukan West Ham. Whoscored mencatat, United yang menurunkan formasi serangan terbaik dengan menempatkan kuartet Juan Mata, Martial, Rooney, dan Ander Herrera di belakang Marcus Rashford, malah miskin serangan. Melakukan hanya tiga kali shots dengan dua di antaranya tepat sasaran menjadi statistik yang paling rendah United tahun ini. 

Strategi jitu Slaven Bilic menjadi peredam serangan United yang pernah membombardir pertahanan West Ham pada replay perempat final Piala FA di Upton Park, 14 April lalu. Berbekal dari kekalahan itu, West Ham menerapkan garis pertahanan rendah dan counter attack jitu. Dan, itu gagal direspon dengan bagus oleh pertahanan United. 

Membanjirnya shots ke defense United dengan 20 kali yang enam di antaranya tepat sasaran jadi buktinya. Van Gaal menyoroti anak asuhnya saat menghadapi situasi bola mati. Sebab, dua gol penentu kemenangan West Ham terjadi dari skema bola mati. ''Harusnya, kami tidak membiarkan mereka memainkan bola-bola mati mendekati di sisi pertahanan,'' sesalnya. 

Sementara itu, bek City Bacary Sagna mewanti-wanti rekannya tidak kehilangan konsentrasi saat laga pemungkas melawan Swansea. Pelajaran di Etihad, Manchester, akhir pekan lalu (8/5) tidak boleh terulang kembali. Di laga itu City kehilangan angka penuh setelah disamakan Arsenal 2-2 pada 30 menit terakhir. 

Menurut Sagna, Swansea juga bisa seperti Arsenal. Meski demikian, bek asal Prancis tersebut menilai bukan Swansea atau United yang akan menjadi penentu lolosnya City ke playoff Liga Champions. ''Sebaliknya, peluang itu ada di tangan kami sendiri,'' katanya. 

''Apabila kami bermain jauh lebih bagus seperti saat melawan Arsenal, maka kamilah klub yang terbaik di Inggris. Memang, kami tidak sempurna. Tapi apa salahnya untuk bermain lebih bagus lagi di pekan terakhir. Buktikan kalau kami lebih layak memastikan satu tempat di Liga Champions (ketimbang United),'' tegas pemain 31 tahun itu. (ren/ca)

Berita Terkait