Serahkan Lutung Merah

Serahkan Lutung Merah

  Jumat, 20 May 2016 09:41
LUTUNG: Abdullah seorang warga asal Pontianak ini menggendong Lutung Merah miliknya saat akan diserahkan ke BKSDA Kalbar. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kesadaran dan kepedulian masyarakat akan kelestarian satwa liar belakangan ini berlahan-lahan mulai meningkat. Hal ini dibuktikan dengan aksi penyerahan satwa secara sukarela oleh masyarakat ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat.

Terhitung sejak seminggu terakhir, setidaknya ada enam satwa dilindungi yang sebelumnya dipelihara oleh masyarakat diserahkan secara sukarela ke kantor BKSDA. Mulai dari bayi Orang utan, burung Rangkong Badak, Elang Brontok, Kelempiau dan Lutung Merah (Presbytis rubicunda) yang diserahkan oleh Abdullah, warga Pontianak, Kamis (19/5). Primata jenis Lutung Merah atau Kelasi itu diantar sendiri oleh Abdullah ke kantor BKSDA Kalbar. 

Menurut Abdullah, Lutung tersebut ia temukan di daerah Landak (perbatasan Landak-Bengkayang). Saat itu, primata lucu tersebut sedang dipelihara oleh seorang warga. Karena ia mengatahui soal larangan memelihara satwa liar, ia pun meminta satwa tersebut dari sang pemiliknya. 

Satwa tersebut kemudian dibawa ke Pontianak untuk dirawat beberapa hari sebelum akhirnya diserahkan ke BKSDA Kalbar. "Satwa ini saya temukan pada saat sedang trabas di daerah Landak. Saat itu saya melihat Lutung itu dipelihara oleh warga. Karena saya tahu larangan tentang memelihara satwa liar, saya pun lantas meminta Lutung itu dari sang pemilik. Alhamdulillah, si pemilik pun mau menyerahkannya," kata Abdulillah saat ditemui di Kantor BKSDA Kalbar, kemarin.

Oleh Abdullah, satwa itu bernama Merlyn. Usianya baru berumur dua bulan. Selama pemeliharaan sementara, primata itu ia beri makan pisang dan susu beruang.  "Jenis kelaminnya betina. Lutung ini saya berinama Merlyn," lanjutnya. 

Lutung Merah (Presbytis rubicunda) adalah spesies primata di dalam keluarga Cercopithecidae. Ia dapat ditemukan di pulau Kalimantan dan juga kepulauan yang berada di dekat pulau tersebut, yakni Kepulauan Karimata.

Lutung merah memiliki ekor panjang dan memiliki bulu berwarna kemerahan, wajah berulas kebiruan. Sedangkan anakan berwarna keputih-putihan dengan bercak hitam pada bagian bawah punggung dan melintang sepanjang bahu. 

Biasanya kelompok lutung merah ini berjumlah hingga Delapan ekor dengan Satu ekor jantan dewasa. Makanan utamanya adalah dedaunan muda dan biji-bijian tumbuhan serta lainnya.

Lutung merah dapat hidup di perekebunan tertentu dan mungkin keluar dari hutan kemudian memasuki kebun-kebun untuk memakan dedaunan muda dan biji-bijian. Kelestarian populasi lutung merah semakin hari semakin terancam dikarenakan beberapa penyebab utama seperti pembukaan/penebangan hutan berskala besar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan satwa liar.

Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar, Azmardi mengapresiasi masyarakat yang dengan sukarela ikut berperan aktif dalam  kelestarian satwa liar di Kalimantan Barat.

Menurutnya, banyak sekali ditemukan satwa liar menjadi hewan peliharaan masyarakat. Untuk itu, ia menghimbau agar dengan sukarela menyerahkan satwa liar peliharaannya ke BKSDA untuk dilakukan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. "Satwa liar ini kan seharusnya hidup di hutan. Tidak etis jika harus dipelihara," katanya.

Terihitung sejak Januari hingga Mei 2016 ini, kata Azmardi, BKSDA Kalbar telah menerima penyerahan dan penyitaan satwa liar serta tumbuhan sebanyak 1040 ekor/individu/rumpun. Terdiri dari Orangutan sebanyak 11 individu, Kelempiau 2 individu, kucing hutan 1 ekor, Kelasi (lutung merah) 2 individu, ‎Kukang 5 ekor, beruang madu 2 ekor, reptil 33 ekor, burung 859 ekor dan tanaman atau tumbuhan sebanyak 125. "Jadi totalnya sebanyak 1040 ekor/individu/rumpun," terangnya. (arf) 

Berita Terkait