Senjata 140 Karakter Trump yang Menggoyang Market

Senjata 140 Karakter Trump yang Menggoyang Market

  Selasa, 10 January 2017 09:30

Berita Terkait

Toyota dan GM Tenangkan Investor dan Konsumen

WASHINGTON – Sepuluh hari lagi Donald J. Trump menjalani inaugurasi dan mulai berkantor di Gedung Putih. Namun, presiden terpilih Amerika Serikat (AS) tersebut belum mengurangi frekuensi berkicau di Twitter. Bahkan, komentar-komentarnya yang kontroversial pekan lalu turut menggoyang Wall Street dan membuat panas dingin eksekutif top, mulai Detroit hingga Toyota City.

Dari Manhattan Tower yang megah, Trump melontarkan cuitan kepada 18,9 juta follower-nya. ’’General Motors mengirimkan Chevy Cruze buatan warga Meksiko ke diler mobil AS dengan bebas bea masuk. Buat di AS atau bayar bea masuk besar!’’

Tak lama berselang, ada 18.000 retweet dari cuitan yang dikirim dari tempat Trump menghabiskan tahun baru, Fort Lauderdale, Florida, AS, itu. Pencarian General Motors di Google meningkat dua kali lipat. Saham perusahaan yang bermarkas di Detroit, Michigan, tersebut pun jatuh.

General Motors segera menanggapi posting-anTrump itu. Juru bicara General Motors Patrick Morrissey memberikan pernyataan bahwa semua Chevrolet Cruze model sedan yang dijual di Amerika dirakit dan diproduksi di pabrik Lordstown, Ohio.

Lebih lanjut, Morrissey menjelaskan, Chevrolet Cruze model hatchback memang dirakit di Meksiko. Namun, varian tersebut merupakan model global. Hanya 2 persen yang didistribusikan ke pasar Amerika. ’’Kami hanya mengimpor 4.500 unit Cruze untuk Amerika dari 172.000 unit yang diproduksi,’’ jelasnya.

Kicauan Trump sempat membuat saham GM turun 0,07 persen dari USD 34,84 menjadi USD 34,60 pada sesi premarket. Meski begitu, pabrikan otomotif yang bermarkas di Detroit itu kemudian kembali ke tingkat positif setelah pasar dibuka pada Selasa (3/1).

Tweet kontroversial Trump juga berpengaruh hingga melintasi Pasifik. Apalagi posting-an mengenai Toyota pada Kamis (5/1). ’’Toyota Motor bilang akan membangun pabrik baru di Baja, Meksiko, untuk merakit mobil Corolla untuk AS. NO WAY! Bangun pabrik di AS atau bayar bea masuk besar.’’

Kurang dari dua jam sejak posting tersebut beredar, manajemen Toyota menanggapi, pabrik di Baja sudah beroperasi selama 14 tahun dan selama ini berperan membantu produksi pabrik Toyota di Amerika, tepatnya di San An tonio, Texas. Selama 2016, pabrik di San Antonio itu memproduksi sedikitnya 23.000 unit Toyota Tundra dan Tacoma untuk pasar Amerika.

Namun, jawaban Toyota itu tak mampu meredam efek kicauan Trump. Saham Toyota turun tajam sekitar 3 persen dari USD 121,08 menjadi USD 120,44 saat pasar New York ditutup pada Kamis siang (5/1). Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga turut menanggapi pernyataan Trump. ’’Toyota telah berusaha menjadi corporate citizen yang baik untuk Amerika Serikat,’’ katanya. 

Pihak Toyota juga sempat menyatakan, produsen otomotif Jepang telah menginvestasikan USD 700 juta untuk manufaktur di Amerika Serikat dan menciptakan 1.130 pekerjaan di Kentucky, Indiana, serta Virginia Barat.

Namun, harga saham Toyota kembali jatuh saat pasar dibuka pada Jumat pagi (6/1) di Bursa New York. Harga saham pabrikan Jepang tersebut turun dari USD 121,08 menjadi USD 119,84. Ya, sepuluh hari lagi Trump menjadi orang paling berkuasa di muka bumi. Jika kebiasaan taipan 70 tahun itu berlanjut, investor kini tak hanya harus mengamati terminal papan perdagangan. Sebanyak 140 karakter Twitter Trump juga akan menjadi perhatian. (Washington Post/The Guardian/agf/c5/sof)

Berita Terkait