Seni Cahaya di Layar Tak Biasa

Seni Cahaya di Layar Tak Biasa

  Selasa, 9 January 2018 10:00

Berita Terkait

Video Mapping, Ilusi Optik Paduan Seni & Teknologi

BELAKANGAN seringkali televisi memuat tayangan visual grafis yang berada di sebuah bangunan atau gedung. Penggunaan teknologi yang dikenal dengan video mapping ini biasanya akan muncul saat ada perayaan hari-hari besar atau festival di sebuah kota atau negara. Salah satu video mapping yang berkesan dan mencuri perhatian adalah di Monas pada tanggal 18 Agustus lalu.

Video mapping jadi salah satu cara berkreasi menggunakan teknologi yang dapat menarik perhatian banyak orang. Proses pengerjaannya sendiri dengan memadukan seni, teknologi, dan elemen-elemen geometri. Adanya 3D projection nggak hanya membuat tampilan visual grafis yang dihasilkan semakin menarik dan nyata. Tapi, memunculkan ilusi kedalaman (depth).

Nggak heran, siapa pun yang menikmatinya akan merasa kedalaman dan jarak yang muncul pada proyeksi visual grafis yang dihadirkan. Teknik proyeksi ini merupakan hasil pengubahan persepsi visual dengan menggunakan permainan cahaya dan bayangan. Ada juga yang menghadirkan efek dan ilusi optik sesuai dengan ekspektasi sang pembuat. Ia menggunakan sumber cahaya dan bayangan yang artificial.

Muhammad Adi Nugroho, visual artist video mapping asal Pontianak menuturkan, video mapping adalah seni pemetaan video yang memanfaatkan cahaya dari proyektor, sehingga objek yang ditembak  akan menghasilkan ilusi optik. Contohnya ketika cahaya dari proyektor ditembakkan ke sebuah gedung. Awalnya tampak biasa, tapi ketika visual grafis dimainkan, gedung bisa menjadi hancur atau terbakar.

“Objek seolah-olah memiliki dimensi. Intinya visual grafis yang dihasilkan video mapping mengikuti bentuk dari objek yang ditembak,” ujar cowok yang lebih dikenal dengan Adi Mamba ini.

Ketertarikannya pada dunia editing video sudah dijalaninya sejak lama. Namun, khusus video mapping baru diseriusinya pada tahun 2014. Saat itu, ia bersama tim mencoba menembak objek di Tugu Digulis. Nggak ada yang menyangka dengan modal nekat bisa menghasilkan maha karya luar biasa. Dari situ, Adi Mamba dan tim mulai mendalami proses pembuatan agar bisa menciptakan video mapping yang keren.

Meski video mapping ini sudah terbilang lama hadir, baik di negara luar maupun Indonesia. Hingga saat ini, masih banyak anak muda yang belum mengetahui secara mendalam tentang video mapping. Termasuk juga anak muda Pontianak. Beberapa diantaranya lebih mengenal video mapping hanya sekadar proyektor ditembakkan ke sebuah gedung. Ibaratnya hanya sekadar penikmat.

Beberapa video mapping yang pernah diproduksi Adi Mamba dan timnya adalah Projection Mapping on Tugu Digulis, Atap Daun Video Mapping, Final Liga Futsal Pelajar Tiga Panglimapro, Kosong Kosong di Redzone Café. Tak hanya di Pontianak, ada juga di Ketapang dan Sampit.

“Sekarang lebih sering menggerjakan video mapping untuk live event, baik musik dan teatrikal. Seperti, mengiringi musik, memvisualkan sesuai beat musik (vj),” ujarnya.

Teknik yang dipersiapkan untuk menghasilkan video mapping dimulai dengan menetapkan posisi motion artist (pembuat video), music designer (jiwa dari video mapping yang dibuat), installator (orang-orang yang tahu perangkat keras), serta sosok di belakang komputer untuk proses pemetaan saat video diputar.

Cowok kelahiran 8 April 1993 mengatakan, proses pembuatan video mapping juga membutuhkan bantuan arsitek. Tim pengerja dan arsitek akan berkolaborasi dalam melakukan pengukuran tinggi dan lebar gedung yang dijadikan objek. Peran director juga dirasa penting. Tidak jarang beberapa penggagas video mapping dibuat layaknya film, memiliki alur cerita dari awal hingga akhir.

Adi menyarankan, bagi anak muda yang tertarik terjun di dunia video mapping, banyak hal yang kudu dipersiapkan. Utamanya tetap diawali dengan niat dan tekad yang kuat.

Kedepannya, Adi ingin video mapping bisa semakin dicintai dan dinikmati masyarakat. Nggak menutup kemungkinan juga bisa dihadirkan saat acara-acara besar, seperti HUT Kota Pontianak. Layaknya, Australia yang sudah menjadikan video mapping sebagai event besarnya.

“Saat melihat orang senang dan menikmati hasil karya video mapping yang kita buat itu nggak bakal bisa diungkapkan dengan kata-kata,” tutupnya. (ghe)

Berita Terkait