Sempat Minta Cium Cucu

Sempat Minta Cium Cucu

  Jumat, 1 July 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Suasana duka menyelimuti pemakaman Bripka Dede Rahmad, anggota Polsek Sungai Raya yang tewas tertabrak truk tronton pengangkut ekskavator yang dikawalnya saat melintasi Jembatan Sungai Landak, Pontianak Utara, Rabu (29/6) malam. 

Bripka Dede meninggal di usia 57 tahun. Ia meninggalkan empat anak yang masing-masing dipanggil, Cece, Aa', Teteh dan adek serta dua cucu dari Evi. 

Sebelum meninggal, Bripka Dede sempat memperlihatkan gelagat aneh. "Sebelum pergi ngawal tronton, gelagat ayah aneh. Tak biasanya, dia sempat minta cium cucu ponakannya. Kata si cucu, ndak ah bau. Kakek wangi kok, kata ayah," ungkap Evi Sri (32), putri pertama Bripka Dede.

Pemakaman Bripka Dede, tak hanya dihadiri sanak keluarga dan kerabat, tetapi juga pihak keluarga Rahmad Kurnia, sopir tronton.  

Peristiwa memilukan menjelang lebaran ini tak disangka-sangka pihak keluarga. Meski ada gelagat mendiang yang agak aneh sebelum pergi, pihak keluarga menganggapnya biasa saja. "Bapak tak ada pesan sebelum pergi. Cuma agak emosian tiga hari terakhir ini. Tak sabaran saja," kenangnya.

Sesekali mengelap air matanya, wanita berjilbab ini bercerita. Awal keluarga mengetahui Bripka Dede meninggal, berasal dari informasi calon menantunya, anggota polresta. "Calon adik ipar saya beritahu, katanya dengar dari HT Polantas, ada anggota polisi Patko yang meninggal terlindas tronton," ceritanya.

Evi masih belum mengetahui siapa polisi yang dimaksud. Malam itu juga Evi segera menghubungi pihak keluarga lainnya untuk mencari siapa anggota yang terlindas itu. Pada akhirnya Evi harus menarik napas panjang dan melafaskan lnnalillahi Wainnaillaihi Rajiun setelah mengetahui korban yang meninggal adalah ayahnya sendiri. 

Kapolresta Pontianak AKBP Iwan Imam Susilo mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sopir dan kernet atas peristiwa tragis yang menimpa Bripka Dede Rahmad. "Kasusnya sedang didalami bekerjasama dengan Polda Kalbar," katanya saat ditemui usai Gelar Pasukan Operasi Ramadaniya Kapuas 2016 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, kemarin.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kelayakan dari kendaraan tersebut dalam mengangkut muatan berat, kemudian uji KIR yang tidak ditemukan, nomor polisi kendaraan dari luar Kalbar, dan status sopir yang membawa kendaraan itu adalah sopir pengganti. 

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Organda Kalbar dan hasilnya, kendaraan tersebut ternyata dari luar Kalbar. Yakni berplat B," bebernya.

"Saat ini, sopir atas nama Rahmad Kurnia dan kernet Acep Setiawan sedang dilakukan pemeriksaan, dengan status masih terperiksa," sambungnya. 

Menurut Iwan, selain menabrak anggota polisi yang sedang melakukan pengawalan, truk dengan nopol B 9569 CJ juga menabrak dua mobil dan beberapa kendaraan roda dua yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka ringan hingga berat.

Pasal yang disangkakan terhadap sopir yakni, pasal 359 KUHP, yakni karena kelalaian sopir tersebut telah menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Sementara itu menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post, sebelum menabrak anggota polisi yang mengawal, kernet sempat berteriak agar anggota yang bertugas mengawal untuk minggir namun tidak didengar yang bersangkutan. Anggota itu tetap dalam posisi mengawal yaitu berada di tengah jalan.

Melihat hal tersebut, maka sopir tronton langsung berusaha menghindari anggota yang mengawal namun tetap tertabrak. Saat ini truk pengangkut ekskavator diamankan di Jalan 28 Oktober Pontianak Utara dengan dipagari garis polisi. (arf)

Berita Terkait