Sempat Merasa Hidupnya Berakhir di Usia 16 Tahun

Sempat Merasa Hidupnya Berakhir di Usia 16 Tahun

  Rabu, 14 September 2016 09:41
Andy Lewis | FOTO : www.attentiontrust.org

Berita Terkait

Andy Lewis, Peraih Emas Triathlon Paralimpik Games Pertama Britania Raya

Andy Lewis pernah berpikir bahwa hidupnya berakhir pada usia 16 saat kakinya diamputasi. Tapi, pada usia 33 tahun, dia membuat harum Britania Raya dengan raihan emas dari lomba triathlon PT2 Paralimpik Games Rio 2016 Sabtu lalu (10/9).

----------------------

IMPIAN menjadi anggota resimen penerjung payung angkatan udara Inggris diapungnya Lewis begitu lulus dari sekolah pada 1999. Namun, tinggal tiga hari lagi dari memulai pemusatan latihan militer, motor yang dia kendarai terlibat kecelakaan hebat.

Ya, motornya terlibat kecelakaan dengan truk berbobot 38 ton. Kaki kanannya terluka parah dan dia harus dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Pada usia yang masih 16 tahun, dia merasa hidupnya telah berakhir. 

Lalu, pada 2005, karena kondisi kakinya yang terus berulah, akhirnya diputuskan untuk diamputasi.    

Siapa sangka, keputusan berat yang diambilnya pada usia 22 tahun itu menjadi titik balik kehidupannya. Pria yang lahir pada 24 Januari 1983 itu sekuat tenaga berdamai dengan kondisi fisik barunya tersebut. Perlahan kepercayaan dirinya kembali tubuh. 

Pada 2007, Lewis mencoba menggapai lagi passion hidupnya di dunia penerbangan. Dia mengikuti program beasiswa penerbangan khusus untuk penyandang disabilitas. Lewis terpilih mendapatkan beasiswa tersebut setelah bersaing dengan ribuan orang yang mendaftar. Usai menjalani program tersebut, Lewis resmi memiliki sertifikat pilot dengan 35 jam terbang.

Lisensi privat pilot yang dia dapat itu membuatnya kembali dekat dengan dunia yang nyaris dia masuki saat dia berusia 16 tahun. Dengan bekal tersebut, Lewis mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Airbus. Sampai saat ini Lewis pun masih tercatat sebagai salah satu karyawan perusahaan produsen pesawat tersebut. Dia bertugas di departemen pengadaan.

Di lingkungan baru inilah karir Lewis di dunia olahraga mulai tumbuh. Berawal dari kekagumamnnya menyaksikan ajang Paralimpik Games 2012 di London, Lewis mencoba membeli ”blade” running leg-nya sendiri.

Lewis mulai berlatih secara individu sejak saat itu. Pada April 2014, Lewis mencoba mengikuti ajang triathlon pertamanya. Tak disangka, di akhir musim dia sudah menjadi peraih medali emas Madrid World Paratriathlon 2014.

Kegesitannya dalam menyelesaikan lomba renang (750 meter), sepeda (20 km), dan lari (5 km) ini terus berkembang pesat. Di 2015 dia kembali meraih emas dalam test event Paratriathlon yang juga menjadi ajang kualifikasi Rio Paralimpik Games.

Sebagai atlet, capaian puncak telah diraihnya Sabtu kemarin. Medali emas Paralimpik Games sudah digenggaman. Dia menjadi atlet triathlon Paralimpik Games Britania Raya pertama yang mampu menyumbang emas untuk negaranya.

”Aku shock dengan keadaan ini. Aku kini adalah juara dunia. Juara Paralimpik Games. Setelah finis aku langsung menatap ke atas, berpikir apakah ini benar-benar nyata,” ucapnya dilansir Guardian. 

Sabtu lalu Lewis menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 1 jam 11 menit 49 detik. Atlet Italia Michele Ferrarin meraih perak dengan finis satu menit lebih lambat di belakangnya. Medali perunggu dibawa pulang atlet Marokko Mohamed Lahna.

”Semua ini membuat air mataku mengalir tanpa henti. Sekarang aku lega. Saat anak-anakku besar nanti, aku bisa bercerita ke mereka bahwa aku pernah mendapatkan medali emas ini,” ucapnya. (irr/ham)

Berita Terkait