Sempat Menjadi Alat Transportasi Favorit

Sempat Menjadi Alat Transportasi Favorit

  Kamis, 7 April 2016 22:06

Berita Terkait

KALIMANTAN  Barat  dihubungkan oleh sungai besar. Diantaranya Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 KM, meskipun ada beberapa sungai kecil seperti Sungai Melawi, Sungai Sepauk, Sungai Ketungau dan Sungai Landak serta beberapa sungai kecil lainya, tetapi Kapal Bandong hanya melintas di Sungai Kapuas.
 
Saat ini Kapal Bandong memang masih sesekali tampak melintas di Sungai Kapuas dan anak-anak Sungai Kapuas yang berada di wilayah perhuluan.
 
Pada tahun 1970-an hampir seluruh Toke (pengusaha)  di wilayah perhuluan di Kalbar memiliki Kapal Bandong. Baik untuk mengangkut sembako, karet, dan barang-barang lainnya dari dan ke Pontianak.
 
Karena memang biasanya Kapal Bandong ketika pergi ke Pontianak membawa barang mentah seperti komoditi karet, tengkawang, ikan toman, ikan asin dan masih banyak lain termasuk buah-buahan. Dan kembali ke kabupaten perhuluan membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk dijual kepada masyarakat seperti minyak goreng, gula, minyak tanah dan keperluan lain.
 
Hal itu membuktikan bahwa kapal Bandong pernah menapaki puncak kejayaannya, meskipun saat ini Kapal Bandong mulai terpinggirkan karena tergerus jaman.
 
Hingga saat ini tidak banyak yang mengetahui riwayat dan asal usul Kapal Bandong.  
 
M Natsir, seorang peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat menyebutkan, penelitian terkait Kapal Bandong masih jarang dilakukan. Bahkan data atau literatur tentang riwayat atau asal usul Kapal Bandong masih jarang ditemukan. "Tak banyak orang yang mengetahui secara detail asal usul Kapal Bandong ini. Karena memang belum ada yang melakukan penelitian secara komperhensif," ujar Natsir saat ditemui Pontianak Post, Senin (4/4).
 
Bahkan, Natsir sendiri mengaku belum pernah melakukan penelitian tentang Kapal Bandong secara mendetail. "Saya sendiri belum pernah melakukan penelitian ini. Hanya catatan kecil saja, sewaktu saya melakukan perjalanan dari Meliau ke Pontianak tahun 1990 an," akunya.

Menurut Natsir, Kapal Bandong mulai populer pada era tahun 1970 hingga 1980 an.  Masyarakat pedalaman Kalimantan Barat menjadikan kapal ini sebagai alat transportasi utama, karena belum adanya jalan darat yang menghubungkan daerah pedalaman. "Era tahun 1970 an, Kapal Bandong mulai populer. Masyarakat pedalaman menjadi kapal ini sebagai alat transporatasi favorit," terangnya.(arief nugroho)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait