Sempat Marah, tapi Tetap Ramah

Sempat Marah, tapi Tetap Ramah

  Selasa, 28 June 2016 09:30
SPORTIF: Fans Swiss tetap bisa bersikap sportif saat kalah. Itulah yang dilakukan fans Swiss ketika disingkirkan Polandia dalam babak 16 besar di Saint-Etienne Sabtu malam lalu (25/6). REUTERS/Kai Pfaffenbach Livepic

Berita Terkait

Kalah atau menang dalam sepak bola itu biasa. Tapi, tetap bisa bersikap sportif saat kalah adalah hal luar biasa. Itulah yang dilakukan fans Swiss ketika disingkirkan Polandia dalam babak 16 besar di Saint-Etienne Sabtu malam lalu (25/6).

--------------------------------

Laporan Mohammad Ilhamdari Saint-Etienne

KEMARAHAN sempat tampak dari tribun belakang gawang yang menjadi area suporter Swiss setelah adu penalti. Botol plastik dan gelas plastik soft drink yang menjadi sponsor Euro 2016 dijadikan senjata buat melempari para pemain Polandia. Kebetulan, Robert Lewandowski dkk berselebrasi di area depan fans Swiss.

Tak ayal, para pemain Swiss yang sedang kecewa berat karena kalah ikut naik pitam. Mereka mengusir para pemain Polandia agar tidak melakukannya di area tersebut. ’’Seharusnya mereka tidak melakukan itu. Mereka profesional dan harusnya mengerti,’’ keluh bintang Swiss Xherdan Shaqiri ketika berjalan melewati mixed zone setelah laga.

Meski begitu, saat keluar dari stadion, para penonton yang tadi heboh melempari pemain Polandia tetap tertib dan tenang. Sama sekali tidak ada gesekan yang terjadi. Para suporter Polandia juga tidak memprovokasi. Mereka merayakan kemenangan, tapi tidak mengejek suporter yang kalah.

Lagi pula, memang dari kejauhan agak sulit membedakan mana suporter Polandia dan mana yang fans Swiss. Warna kebesaran mereka mirip, putih dan merah. Mereka juga berbaur dengan baik dan rapi. Bahkan, ada yang berfoto bareng setelah pertandingan.

’’Kami bahagia atas kemenangan ini. Tapi, saya pikir memang tidak perlu mengganggu suporter lawan yang sedang sedih. Kami juga pernah di posisi mereka,’’ kata Pawel Zynel, fans Polandia asal Krakow.

Perjalanan dari stadion, Stade Geoffroy-Guichard, menuju pusat kota Saint-Etienne di Hotel de Ville yang hanya berjarak tak lebih dari 2 kilometer juga asyik. Polandia sibuk menyanyikan yel-yel khas mereka, ’’Polska bialo czerwoni, Polska bialo czerwoni, Polska bialo czerwoni’’, dengan nada lagu Go West milik Pet Shop Boys. Kurang lebih artinya, Polandia, si merah putih.

Para fans Swiss juga sibuk membahas kegagalan penalti Granit Xhaka, tapi tak lupa mengagumi gol salto Shaqiri. ’’Granit gagal dalam penalti. Tapi, sepanjang turnamen, dia bermain baik. Kami tetap memberikan dukungan kepadanya,’’ ujar Tobias Pickel, fans Swiss yang berada dalam satu trem dengan Jawa Pos saat menuju Stasiun Saint-Etienne Chateaucreux.

Para fans Polandia kemudian berkumpul di Square Violette untuk merayakan kemenangan. Sedangkan sebagian besar fans Swiss lebih memilih langsung menuju stasiun dan mengejar kereta pulang. Kebetulan, jarak antara Saint-Etienne dan Jenewa, Swiss, hanya sekitar 2 jam perjalanan. Antrean panjang terjadi di Stasiun Saint-Etienne Chateaucreux.

’’Buat apa kami berada di sini. Saya juga memang berencana pergi-pulang. Tadi pagi saya baru berangkat dari Swiss,’’ kata Pickel. ’’Kalau saja kami menang, mungkin saya pulang dengan kereta malam dan berpesta dulu. Tapi, ya inilah yang terjadi,’’ lanjutnya.

Saint-Etienne begitu bersolek menyambut Euro 2016. Tak seperti kota besar layaknya Paris, Marseille, dan Lyon, yang luas dan kurang terlihat gaungnya. Di Saint-Etienne, suasana pesta bola terasa hampir di semua tempat umum. Trem-trem dipasangi stiker besar Euro 2016.

Sejumlah taman bahkan ikut dibikinkan arena bermain dan penanda Euro 2016. Bukan hanya taman di dekat fan zone Saint-Etienne. Atmosfer major turnament begitu kental. Dan, nyaris di setiap sudut kota terlihat volunter atau pemandu buat para fans. (*/c19/na)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait