Sempat Grogi

Sempat Grogi

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:30
Liliyana Natsir

Berita Terkait

Pebulutangkis Indonesia Liliyana Natsir ternyata sempat merasa grogi dan tegang saat bertanding dalam laga final mengalahkan Malaysia, Rabu (17/8) malam. Menurut Butet, panggilan akrabnya, tekanan di olimpiade sangat luar biasa. Walaupun sudah berpengalaman main di olimpiade, dia tetap merasa memanggul beban dan tekanan tinggi. “Maunya kami memberikan yang terbaik. Pokoknya perasaannya campur aduk lah,” kata Butet, seperti dikutip dari laman resmi PBSI.

“Saya akui waktu masuk lapangan, saya merasa tegang, di awal mainnya juga kurang lepas. Tetapi waktu sudah ‘panas’, saya bisa jaga tempo permainan, lebih rileks dan jaga kekompakan dengan Owi (Tontowi),” tambah Butet.

Dalam laga final yang digelar di Riocentro Pavilion, Rio de Janeiro itu, Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad mengalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, skor 21-14, 21-12. Emas olimpiade akhirnya berhasil dipersembahkan untuk Indonesia.

Perolehan skor Tontowi/Liliyana di game kedua sempat nyaris terkejar oleh Chan/Goh, 12-10. Menang dengan skor meyakinkan, siapa sangka ternyata Tontowi/Liliyana sempat ‘goyang’ di pertengahan game kedua.

“Waktu di game kedua, kondisinya itu kami lebih enak untuk menyerang, kalau main bertahan agak kurang aman. Jadi waktu di depan net, bagaimana caranya saya harus menurunkan bola. Tetapi ternyata sudah dijagain oleh lawan, saya yang maksa menurunkan bola, malah jadi mengangkat bola, saya terpancing dan buru-buru,” ujar Butet.

Lalu apa yang membuat mereka bangkit? “Saat itu Owi berkata kepada saya ‘Nggak apa-apa cik, saya siap back-up di belakang. Cik Butet tenang aja jaga di depan. Cici lebih unggul kok (permainan) depannya’. Kata-kata Owi ini membuat saya makin semangat dan percaya diri. Setelah break, saya rileks saja, toh di game pertama saya sudah menang juga, seharusnya lawan yang under pressure,” kenang Liliyana. (adk/jpnn)

 

Berita Terkait