Seminar Pelayanan Publik dan Satu Data; Pontianak Bisa jadi Role Model

Seminar Pelayanan Publik dan Satu Data; Pontianak Bisa jadi Role Model

  Kamis, 31 Agustus 2017 13:35

Berita Terkait

PEMKOT Pontianak menggelar seminar pelayanan publik dan satu data. Seminar ini merupakan kerja sama antara Pemkot Pontianak, Lembaga Administrasi Negara dan Temasek Foundation International.

Di Aula Keriang Bandong Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, seminar ini menghadirkan tiga orang narasumber yakni dari Pemkot Pontianak, LAN RI dan Temasek Foundation International, Singapore, Selasa (29/8).

Gan Chin Huat dari Temasek Foundation International mengatakan, kedatangannya ke Pontianak ini tidak hanya berbagi informasi mengenai Singapura, tetapi juga ingin belajar lebih banya tentang perkembangan Kota Pontianak. Menurutnya, pelayanan publik di Pontianak sudah sangat progresif. Ia mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemkot Pontianak terutama komitmen Wali Kota Pontianak dalam meningkatkan pelayanan publik. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari komitmen Wali Kota Sutarmidji yang dinilainya terus mengembangkan pelayanan publik dengan inovasi-inovasi baru. "Kota Pontianak bisa menjadi role model atau panutan dalam menyeting batasan tertinggi untuk pelayanan publik di Indonesia sebagai salah satu kota yang sudah terbaik se-Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, pemateri lainnya, Deputi Bidang Kajian Kebijakan, Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq membahas soal adanya perbedaan data antar satu instansi dengan instansi lain yang kerap membuat layanan birokrasi pada masyarakat jadi terhambat. Hal seperti ini sering kali terjadi. Ia mencontohkan, soal data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang produktivitas padi dengan data dari Kementerian Pertanian masih beda. Akibatnya, kebijakan yang diambil kurang tepat.

"Yang utama adalah bagaimana berpikir bahwa sebenarnya semua orang bertugas untuk melayani masyarakat, bahwa mereka adalah warga negara yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah, tidak peduli dari bidang mana. Pemikiran itu harus muncul dulu," paparnya.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji memastikan Pontianak sudah memiliki sistem one data, di mana semua terintegrasi. Data itu pun tidak hanya digunakan oleh pemerintah, untuk membuat program atau kebijakan tapi bisa digunakan oleh swasta dan semua masyarakat untuk usaha dan sebagainya. Hingga kini kurang lebih sudah 825 ribu data terintegrasi. "Nanti seluruh data terbuka, kecuali yang sifatnya rahasia tidak bisa dibuka, bahkan data sekarang orang miskin by name by addres, sudah ada sudah bisa diakses oleh semua," sebutnya.

Sutarmidji tak menyangkal adanya perbedaan data milik kota dan BPS yang kerap jadi masalah. Dia menjelaskan, data BPS tidak sesuai karena metode yang beda. Misalnya soal penduduk, BPS menghitung berdasarkan sensus, sementara kota lewat Dukcapil akan lebih akurat. Bahkan bayi baru lahir katanya, sudah langsung punya Nomor Induk Kependudukan. (Idil Aqsa Akbary dan Humas Pemkot)

Berita Terkait