Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Litbang Kalbar

Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Litbang Kalbar

  Jumat, 11 December 2015 08:26
SEMINAR : Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemprov Kalbar Ida Kartini saat membuka Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Litbang Kalbar Tahun 2015 di Hotel Star, Kamis (10/12).LITBANG FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK-Kantor Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kalbar menggelar Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Tahun 2015 di Hotel Star, Kamis (10/12). Ada 12 judul penelitian dalam seminar riset kali ini. Tujuannya adalah untuk mendukung dan memfasilitasi kemampuan SDM, peneliti maupuan perekayasa dalam melaksanakan penelitian yang berkenaan dengan kebijakan teknis Pemerintah Daerah.

Menurut ketua panitia seminar Ratih Yuliarni, hasil-hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaan pada tahun ini turut mengangkat isu-isu pembangunan perbatasan. Diharapkan nantinya dapat membantu memecahkan permasalahan di Kalbar. Diantaranya sektor pembangunan ekonomi, politik dan pemerintah, industri, perdagangan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta sosial budaya yang ada di perbatasan. “Sekaligus persiapan menghadapi MEA,” ungkapnya.

Adapun judul penelitian dalam seminar riset ini, pertama yang diketuai Uray Ali Imran dengan judul budidaya tanaman bawang merah pada berbagai media tanam di daerah perbatasan dan teknologi budidaya jamur kuping pada berbagai media tanam. Kedua diketuai Achmad Nashar Setyabudi dengan judul model dan strategi pengembangan produk perkebunan di Kalbar dan model dan strategi produk pangan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di Kalbar.

Ketiga penelitian yang diketuai Broto Sungkowo berjudul strategi dan model pengembangan wilayah perbatasan di Kalbar dan analisis implementasi kebijakan pengembangan wilayah tertinggal di Kalbar. Keempat diketuai Rudy Setyo Utomo dengan judul pembangunan industri hilir jagung untuk mendukung ekonomi rakyat dan pengembangan industri hilir kakao untuk mendukung ekonomi rakyat.

Kelima penelitian yang diketuai Edy Agustinus dengan judul strategi kelangsungan hidup masyarakat perbatasan Kalbar dan interaksi masyarakat di kawasan perbatasan Kalbar. Keenam penelitian yang diketuai Simon Takdir berjudul desain identitas sub-sub suku dayak di Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang di Kalbar. Ketujuh oleh tim peneliti dan perekayasa Kantor Litbang dengan judul desain model pemberdayaan masyarakat perbatasan berbasis potensi lokal.

Mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, seminar dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ida Kartini. Dalam sambutannya dia mengatakan, tentu banyak permasalahan yang akan dihadapi Pemda Kalbar dalam menghadapi MEA. Permasalahan tersebut tentu juga menjadi tugas dan tanggung jawab sektor kelitbangan. Karena itu dia berharap hasil-hasil penelitian dalam seminar ini dapat memberikan alternatif dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Memang saat ini di era pemerintahan Presiden Jokowi, paradigma pembangunan mengalami prgeseran yang nyata dan signifikan. Agenda prioritas dalam nawacita yang termuat di RPJMN 2015-2019 secara tegas menyebutkan, pembangunan bermula dari membangun pinggiran serta memperkuat daerah-daerah dan desa.

 

Berita Terkait