Sembilan WP Jadi Target

Sembilan WP Jadi Target

  Senin, 15 Agustus 2016 09:30
PERUBAHAN: Setelah Jalan M Yamin dilebarkan, banyak bangunan baru bermunculan, mulai dari bundaran Kota Baru hingga batas kota. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pontianak--Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pontianak, Amirullah mengatakan, pihaknya terus mengejar pungutan sembilan target wajib pajak agar apa yang ditargetkan Pemkot Pontianak tahun 2016 terealisasi. Berdasarkan data rekapitulasi realisasi penerimaan pajak daerah hingga 8 Agustus 2016, total pungutan pajak yang masuk ke kas mencapai 52,24 persen, dari target Rp 270 milyar.

“Target keseluruhan pungutan pajak kurang lebih Rp 270 milyar. Hingga 8 Agustus 2016, kita sudah mendapat sekitaran Rp 141 milyar. Jika dipersenkan pungutan pajak yang kita capai 52,24 persen,” ucapnya ke Pontianak Post, Minggu kemarin.

Dipaparkan Amirullah, ada sembilan jenis target pajak Dispenda. Diantaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak sarang burung walet, PBB dan BPHTB.  Jika dipersenkan total pungutan pajak hingga 8 Agustus diyakini Amirullah hingga akhir tahun realisasinya bisa tercapai. Untuk pungutan pajak hotel sudah mencapai 47,22 persen, pajak restoran mencapai 62,28 persen, pajak hiburan 50,49 persen, pajak reklame mencapai 57,83 persen, pajak penerangan jalan mencapai 54,74 persen, pajak parkir mencapai 64,38 persen, pajak sarang burung walet mencapai 18,32 persen, PBB mencapai 45,53 persen, dan BPHTB mencapai 45,74 persen. Jika ditotalkan keseluruhan dari sembilan target pajak sudah mencapai 52,24 persen.

Ia meyakini hingga akhir tahun, ke sembilan target pajak dapat tercapai. Memang ada beberapa wajib pajak yang saat ini belum masuk ke kas daerah. Namun pihaknya terus berusaha agar kesemuanya dapat terealisasi. Menurut Amirullah, saat ini kesadaran masyarakat bayar pajak semakin baik. Terbukti dengan pembayaran PBB yang tiap hari selalu dipenuhi masyarakat. Jika semua target terealisasi yang rasakan dampak positif tentu warga Pontianak.  

Terpisah, Ketua Komisi C, DPRD Kota Pontianak, Feri Maryadi melihat pungutan pajak Dispenda harus terus digenjot agar realisasi target tercapai tahun ini. “Agar target terpenuhi, saya minta Dispenda jemput bola. Kalau hanya nunggu orang bayar saya rasa apa yang ditargetkan bisa gagal. Beri sanksi tegas bagi wajib pajak jika tak bayar kewajibannya. Dengan begitu saya yakin target pajak tercapai,” kata politisi Hanura.

Sebelumnya Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pontianak agar cepat mengejar target penerimaan pajak yang telah ditentukan. Dia juga mengkritisi proses pembayaran pajak yang sering membuat warga mengantri dalam waktu lama. Bahkan dirinya tak segan-segan akan mengganti Kepala Dinas bersangkutan jika tidak mampu mengatasi masalah tersebut.

“Jika tidak bisa lebih cepat orang bayar pajak di Dispenda itu, saya pastikan per 1 Oktober saya punya kepala Dispenda baru,” tegasnya saat memberikan arahan pada pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkot Pontianak, Jumat (12/8). 

Menurutnya ucapan tersebut bukanlah sebuah ancaman, karena apa yang dia katakana sebelumnya sudah difikirkan dengan matang. “Ini benar-benar bukan mengancam, masa orang mau bayar pajak saja ngantrinya lama-lama,” katanya.  Dia berharap setiap SKPD bisa memberikan inovasi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Sebagai kepala daerah dia pun membuka peluang seluas-luasanya untuk berinovasi. Jika perlu dukungan untuk mengimplementasikan hal tersebut, dia meminta agar tak segan-segan mengkominikasikannya. “Jangan diam-diam saja, saya tidak mau kerja yang lama-lama. Harus bisa melayani masyarakat secepat-cepatnya, semurah-murahnya dan senyaman-nyamannya,” pungkasnya.(iza/bar) 

Berita Terkait