Sembilan Warisan Budaya Tak Benda dari Kalbar

Sembilan Warisan Budaya Tak Benda dari Kalbar

  Selasa, 17 Oktober 2017 10:00
TUMPANG NEGERI: Pangeran Ratu Setia Gusti Fiqri Azizurrahmansyah membuka gelaran Tumpang Negeri 2017 bersama Pj Sekda Landak, Alpius, Sabtu (14/10) malam yang berlangsung hingga 21 Oktober.Miftahul Khair

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Tumpang Negeri di Keraton Ismahayana

Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri yang dilaksanakan Keraton Ismahayana Landak diharapkan terus berkembang. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkannya menjadi sembilan warisan budaya tak benda Indonesia dari Kalimantan Barat.

Miftahul Khair, NGABANG

TUMPANG Negeri Keraton Ismahayana Landak 2017 telah dilaksanakan mulai Sabtu (14/10) lalu. Pemerintah pun siap mendukung Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri yang masih terus berlangsung dan mesti harus dijaga.

Kegiatan yang memang merupakan agenda tahunan tersebut, bertepatan dengan setahun mangkatnya Raja Landak H Gusti Suryansyah Bergelar Raja Iswaramahayana Dipati Karang Tanjung. Hadir dalam pembukaan itu Tumpang Negeri 2017 Pangeran Ratu Setia Gusti Fiqri Azizurrahmansyah.

Pj Sekda Landak Alpius berharap Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri yang dilaksanakan Keraton Ismahayana Landak dapat terus berkembang. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan sembilan warisan budaya tak benda Indonesia Kalimantan Barat.

Dijelaskan, sembilan warisan budaya tersebut meliputi Nyagahatn, Jonggan, Tumpang Negeri, Tari Pinggan Sekadau, Gawai Dayak Kalbar, Tenun Corak Insang, Saprahan Melayu Kota Pontianak, Arakan Pengantin Kota Pontianak dan Sape Kalbar.

"Kami dari Pemkab Landak tetap memberikan dukungan atas terselenggaranya event tahunan ini. Saya berharap, Tumpang Negeri bisa menjadi garda di depan dalam memajukan dan mengembangkan nilai kebudayaan Landak," ujarnya.

Selain itu lanjut Alpius, Pemkab Landak akan selalu memfasilitasi kegiatan tersebut. "Namun kegiatan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah saja, tapi semua elemen masyarakat juga ikut bertanggungjawab," harapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kerajaan Kalbar, Gusti Kamboja yang hadir pada saat itu mengatakan, Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri adalah tradisi kerajaan Ismahayana Landak yang masih terus berlangsung dan mesti harus dijaga. "Kami sangat mendukung kegiatan budaya. Bahwa kebudayaan harus memberikan manfaat yang besar bagi penganutnya. Tumpang Negeri adalah ucapan terima kasih dengan adat istiadat di Keraton Ismahayana Landak," terangnya.

Gusti Kamboja mengatakan, Pangeran Ratu Setia Gusti Fiqri Azizurrahmansyah telah dinobatkan sebagai penerus Raja Keraton Ismahayan Landak. Itu karena Gusti Fiqri adalah putra mahkota almarhum Raja Gusti Suryansyah. "Maka Kami dari Majelis Kerajaan Kalbar, akan membawa beliau untuk mengenalkan kepada kerajaan Nusantara melalui asosiasi. Dan kami akan membawa beliau memperkenalkan kerajaan yang ada di Nusantara ini," jelasnya.

Gusti Kamboja menegaskan, usia Pangeran masih muda sehingga para ahli waris bisa mengawal. Karena ke depan adalah tantangan global kebudayaan. "Pemerintah sudah menetapkan Tumpang Negeri sebagai warisan budaya Indonesia. Maka, masyarakat Landak dan Kalbar memiliki jati diri seperti peradapan luhur berbangsa," tutupnya.

Tumpang Negeri Keraton Ismahayana Landak tahun 2017 resmi dibuka oleh Bupati Landak yang diwakili Pj Sekda Landak, Alpius di Keraton Ismahayana Landak pada Sabtu (14/10) malam. Pembukaan dihadiri keluarga Keraton Ismahayana Landak, Kerabat Keraton Ismahayana Landak, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, Ketua Majelis Kerajaan Kalbar, Gusti Kamboja yang juga Raja Ketapang, Raja Tayan, Gusti Yusri dan para tamu undangan serta masyarakat. (*)

Berita Terkait