Sembilan Hari Bersama, Saatnya Berpisah dengan Awak Bandong

Sembilan Hari Bersama, Saatnya Berpisah dengan Awak Bandong

  Selasa, 19 April 2016 09:00
Wartawan Pontianak Post Arief Nugroho menyusuri sungai-sungai kecil.

Berita Terkait

EKSPEDISI menyusuri Sungai Kapuas dengan Kapal Bandong berakhir di Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu. Namun begitu, perjalanan tetap dilanjutkan dengan speedboat ke Putussibau, Ibukota Kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu. Kota terujung di jantung Kalimantan.

Sekitar pukul 08.30 speedboat yang dipesan untuk menghantarkan saya melajutkan perjalanan telah tiba. Hari ini, saya berpisah dengan para awak Kapal Bandong yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan menyusuri Sungai Kapuas selama sembilan hari.

Tentu, itu  bukan waktu yang sebentar. Bagi saya, Sembilan hari merupakan waktu yang cukup lama.

Di Kapal Bandong KM Cahaya Borneo, saya diterima dan dianggap sebagai bagian dari mereka. Rasanya sedih harus berpisah, tapi mau bagaimana lagi, perjalanan saya masih panjang  dan tetap harus saya lanjutkan.

Sebelum berpisah, tak lupa saya ucapan terima kasih kepada Anai, sang juragan, Juanda, sang juru mudi, Faisal, Yoga, Beni serta Kurnia, mereka adalah awak kapal yang baik. dan tak lupa Daris, si kecil yang selalu memberi warna dalam perjalanan ini dengan keusilannya. Lambaian tangan kami sebagai tanda perpisahan.

“Selamat jalan mas, dan hati-hati! Nanti kita ketemu di Ponti,” pesan mereka kepada saya.

Speedboat pun berlahan membawa saya meninggalkan Kapal Bandong. Jauh dan semakin jauh hingga samar dan tak terlihat. 

Perjalanan menuju Kota Putussibau ditempuh dengan waktu sekitar tiga jam dari Kecamatan Jongkong, kota kecamatan dimana Kapal Bandong kami bertambat. Tak terasa, speedboat yang saya tumpangi pun tiba di sebuah pangkalan speedboat di Putussibau. Di sini saya dijemput oleh Ucok, seorang teman dari salah satu NGO yang bekerja di Putussibau. Saya pun dibawa ke kantornya yang terletak tepat di samping Bandar Udara Pangsuma Putussibau.

Setelah beristirahat sejenak, untuk melepas lelah, Ucok pun mengajak saya untuk menggelilingi kota yang terkenal dengan sebutan Bumi Uncak Kapuas itu. “Yok, jalan-jalan. Kita lihat Putussibau dari dekat,” katanya. (arief nugroho)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait