Semangat Mengabdi, Utamakan Kualitas

Semangat Mengabdi, Utamakan Kualitas

  Selasa, 5 April 2016 09:35
PENGARAHAN: Bupati Ketapang Martin Rantan SH memberikan pengarahan kepada jajaran SKPD di Ruang Rapat Pendopo Bupati Ketapang, Senin (4/4). ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH dan Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S, memberikan pengarahan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang. Pengarahan yang disampaikan keduanya, selain membangkitkan semangat mengabdi kepada PNS, juga memberikan motivasi agar seluruh SKPD dalam bekerja mengutamakan kualitas, untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Dalam pelayanan publik ketika kita masuk ke ruangan kerja, semangat kita mengabdi kepada bangsa dan negara juga kepada daerah ini,” kata Bupati saat memberikan pengarahan kepada jajaran SKPD di Ruang Rapat Pendopo kompleks Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Senin (4/4). Dalam momen tersebut, Bupati menekankan agar antara pimpinan daerah dan perangkatnya, memiliki sinergisitas dalam pelayanan publik. Menurut Bupati, jangan hanya dia beserta para pejabat hingga staf yang mendapat fasilitas pemerintah, seperti memiliki rumah hingga mobil dinas. Bagi dia, bagaimana daerah ini bisa maju dan masyarakat bisa sejahtera, jika perlakuannya demikian. “Tetapi kalau kita ke kampung-kampung, ke pesisir-pesisir, kita melihat kemiskinan begitu dalam,” ungkap mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut.

Dalam arahannya Bupati mengingatkan kepada pimpinan SKPD atau pimpinan proyek, untuk tidak bermain-main dengan memberikan sesuatu untuk mendapatkan jabatan. “Saya dengan Pak Wakil (Bupati) pernah mau dikasih orang uang sekian puluh juta (rupiah), bahkan sekian ratus juta, untuk menjadi kepala dinas atau jadi apa. Itu ndak usahlah,” tegas dia.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Suprapto, dalam arahannya juga mengingatkan kepada jajaran SKPD, yang dalam DIPA mereka terdapat pengadaan barang dan jasa yang harus dilelang, hendaknya segera disampaikan kepada LPSE. Karena, dia menambahkan, mereka akan mengadakan lelang di LPSE. Sementara kepada petugas, Wabup menekankan agar benar-benar melaksanakan tugas dengan benar, objektif, dan transparan. “Saya tidak mau ada kejadian seperti tahun lalu, tidak ada lagi intervensi, permainan proyek,” tegas mantan Inspektur Inspektorat Kabupaten Ketapang tersebut.

Selain itu ditegaskan Wabup pemberian sanksi kepada pelaksana kontrak yang tidak bisa melaksanakan pekerjaan seusai kontrak selama dua tahun, juga akan diberlakukan sesuai dalam Perpres. “Saya berharap dengan cara ini kualitas pekerjaan kita semakin baik. Kita mau ada perubahan,” kata dia.

Wabup mengingatkan, dengan dana APBD sebesar Rp1, 9 miliar, merupakan pekerjaan sangat sulit, hanya dengan pelaksanaan yang benar dengan pengawasan yang ketat kualitas pekerjaan dapat maksimal. (afi/ser)

Berita Terkait