Semangat Difabel Ikuti Lomba Hari Kemerdekaan

Semangat Difabel Ikuti Lomba Hari Kemerdekaan

  Senin, 29 Agustus 2016 09:30
MERIAH: Sejumlah peserta terlihat antusias mengikuti lomba makan kerupuk. Istimewa

Berita Terkait

PONTIANAK—Semarak Hut Kemerdekaan RI sepertinya selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Termasuk bagi mereka penyandang Difabel di SLB-B Dharma Asih, Pontianak belum lama ini. Peserta remaja hingga paruh baya tampak antusias mengikuti sejumlah perlombaan. 

Memiliki keterbatasan fisik, tak lantas membuat kaum difabel tak bisa menyemarakan semangat keterbatasan. Minggu pagi, puluhan remaja hingga paruh baya mengikuti sejumlah perlombaan tahunan, memperingati Hut RI ke 71. mereka, menjadi peserta berbagai lomba seperti: Makan kerupuk, Balap Karung, Lomba Bakiak tarik tambang dan sejumlah perlombaan lainnya. 

Desi Wulandari, anggota GenBi Kalbar mengaku kagum dengan semangat penyandang Difabelitas. “Walaupun mereka memiliki keterbatasan dalam berbicara, namun para penyandang tuna rungu ini sangatlah fasih dalam berinteraksi baik sesama penyandang tuna rungu,” kata Desi kagum. “Mereka juga mencoba mengajarkan teknik dasar bahasa isyarat dengan menghafal huruf alfabet dan perkenalan dasar,” 

Perlombaan yang diprakarsai oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalbar dengan Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Cabang Kota Pontianak itu berlangsung meriah. 

Ketua GenBI Kalbar Irvan juga mengaku terharu bisa merayakan kemeriahan kemerdekaan bersama penyandang Difabelitas. “Peserta mulai dari umur 25 tahun hingga usia paruh baya. Terdengar tidak biasa, namun semangat mereka penyandang tuna rungu sangatlah antusias dalam mengikuti setiap perlombaan,” katanya. 

Ketua Gerkatin Kalbar, Imran mengatakan jika sejumlah perlombaan diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antara GenBi dan Gerkatin bersama penyandang tuna rungu Kota Pontianak. Menurut dia, silaturahmi yang baik, akan memupuk semangat juyang dalam meraih prestasi serta memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

 “Inilah bukti bahwa generasi baru Indonesia bukan cuman memberi dampak kepada orang-orang yang sekiranya yang memiliki kreteria fisik yang normal. Tetapi bisa juga seperti mereka-mereka yang penyandang tuna,” tukasnya. (gus)

 

Berita Terkait