SEMANGAT BERIBADAH MALAM

SEMANGAT BERIBADAH MALAM

Jumat, 23 September 2016 09:30   470

Oleh : Uti Konsen.U.M.

 
 

PARA salafus saleh memandang bahwa ibadah malam sudah menjadi kewajiban. Walaupun para ulama telah sepakat bahwa hukum salat tahajjud adalah sunnah muakadah yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, ini berdasarkan dan diperkuat beberapa hadis akan pentingnya salat tahajjud. Setiap malam, para salafus saleh  bersembah syukur, bertafakur, bermuhasabah dan bermuamalah dengan Allah.

Dihadapan Yang Mahakasih itu, mereka tambahkan cinta dan jiwa mereka. Mereka bersua dan menjalin kasih dengan Yang Mahalembut. Malam menjadi surga bagi kalbu-kalbu mereka, dan siang memutuskan kemesraan mereka bersama-Nya. Dikisahkan Thawud pernah menyiapkan kasurnya selepas isya. Namun, dia jadi bingung dan ragu karena khawatir tidak bisa bangun malam. Menurut pengakuannya, dia tidak pernah nyenyak tidur di kasurnya yang empuk. Karena itu, dia sering tidur sambil duduk di atas tikar. Suatu saat dia berkata “ Ketakutan terhadap Neraka Jahanam akan melenyapkan kantuk seseorang.”

          Dalam sebuah riwayat, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Daud AS “ Wahai Daud, orang yang mengatakan cinta kepada-Ku tetapi selalu terlelap dalam tidurnya dan tidak pernah salat malam adalah pembohong besar “. Satu ketika, beberapa orang berkata kepada Bisyr Al-Hafi “ Sebaiknya engkau beristirahat pada malam hari walaupun sebentar “. Ia Menjawab “ Rasulullah SAW beribadah malam sampai kakinya bengkak, padahal Allah SWT telah mengampuni dosanya.

Diriwayatkan Aisyah RA, ia berkata “ Nabi SAW mengerjakan salat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau, lalu aku katakan kepada beliau .’ Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rasulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah ?” Beliau menjawab, ‘ Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur “( HR.Bukhari – Muslim ). Nah bagaimana aku dapat tidur, padahal aku sama sekali tidak tahu apakah Allah telah mengampuniku atau belum “.Abu Al-Ahwash menuturkan “ Ketika berkeliling rumah atau melewati masjid pada malam hari, aku selalu mendengar ada suara gemuruh bagaikan suara lebah. Ternyata itu adalah suara zikir para ulama dan salafus saleh. Mereka tidak pernah tidur malam “. Rabi’ah Al Adawiyah senantiasa berwudhu setiap malam dan memakai wewangian. Dia bertanya kepada suaminya “ Apakah engkau ada hajat denganku ?”. Jika suaminya menjawab “ Tidak “ dia beribadah sampai pagi. Di tengah malam, dia biasa berdoa “ Ilahi, mata orang-orang telah terpejam, bintang – bintang telah tenggelam, dan pintu–pintu kerajaan dunia telah tertutup. Namun pintu-Mu selalu terbuka. Ampunilah dosaku !”. Tsabit Al Bananna selalu salat sepanjang malam. Dia berkata kepada keluarganya “ Bangun dan salat malamlah kalian semua. Sebab, ibadah malam dapat menolong kalian dari kesulitan kiamat.” Azhar bin Mugis berkata, “ Suatu malam aku mimpi bertemu pada bidadari yang teramat cantik. Aku bertanya kepada mereka ”Siapa kalian ?’. Mereka menjawab ” Kami dihadiahkan untuk orang – orang yang beribadah malam di musim dingin .”Ketika Manshur meninggal dunia, tetangganya bertanya kepada keluarga Manshur. “Kemana tiang yang ada di lantai dua rumah kalian ?. Setiap malam aku melihatnya tegak di bawah atap.” Mereka menjawab “ Ia menghadap kepada Tuhannya Yang Mahatinggi.” Merasa heran, tetangganya bertanya lagi, “Bagaimana hal itu bisa terjadi ? “.Mereka menjawab “ Sebenarnya di lantai dua rumah kami tidak ada tiang. Benda yang engkau lihat seperti tiang itu adalah Manshur yang berdiri sepanjang malam .” Ketika mendengar cerita tersebut, Imam Ahmad bin Hanbal menangis sampai air matanya membasahi janggutnya. Seorang lelaki bertanya kepada Uwais Al Qarni “ Mengapa Anda tidak pernah sakit .? Uwais menjawab “ Aku makan tidak terlalu banyak dan sedikit sekali tidur. Dan, Allah selalu menjaga kesehatan ku.”

          Pasangan suamiku isteri yang istiqamah saling membangunkan untuk salat malam, tergolong hamba yang dirahmati Allah dan ahli zikir. Rasulullah SAW bersabda “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan salat dan membangunkan isterinya. Jika sang isteri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga merahmati isteri yang bangun malam, lalu salat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.”(HR.Abu Dawud ). Hadis lain Rasulullah SAW bersabda “ Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka salat berjemaah dua rekaat niscaya mereka dicatat tergolong orang –orang yang banyak mengingat Allah “( HR.Abu Dawud ).

Kenapa para salafus saleh sangat cinta kepada salat malam?. Diantara keutamaanya, Rasul SAW bersabda “ Bila Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada hari kiamat kelak, maka datang sang penyeru lalu memanggil dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk,’ Hari ini semua yang berkumpul akan tahu siapa yang pantas mendapatkan kemuliaan !. Kemudian penyeru itu kembali seraya berkata, “Hendaknya orang-orang yang lambungnya jauh dari tempat tidur, bangkit, lalu mereka bangkit, sedang jumlah mereka sedikit “. ( Dari Asma binti Yazid). Wallahualam. 

 

*) Tokoh agama Ketapang

Uti Konsen