Semah dan Seladang Langka

Semah dan Seladang Langka

  Senin, 25 April 2016 11:20
MAHAL: Potensi Kapuas Hulu, ikan semah yang mahal. DOKUMEN/MATA PANCING MNC

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Ikan Semah dan Seladang merupakan salah satu ikan kosumsi terfavorit di daerah ini, tidak hanya masyarakat lokal. Pencinta kuliner ikan dari luar negeri juga sangat menyenangi ikan ini. 

Jadi tidak heran banyak permintaan terhadap ikan ini, terutama pasar Malaysia. Sayangnya kedua jenis ikan yang menyukai daerah sungai berbatuan dengan arusair yang deras ini sudah mulai langka.

Mulai langkanya Semah dan Seladang ini dibenarkan Sekertaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Wajidi. M. Ali. Dia  mengatakan, keberadaan ikan Semah dan Ikan Seladang mulai langka di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas sejak beberapa tahun terakhir ini. Kelangkaan itu, dikarenakan pola tangkap ikan yang salah dan dampak dari pencemaran air sungai seperti limbah pertambangan.

“Semah dan Seladang ini sulit didapat karena akibat ilegal fishing, begitu juga kualitas sungai yang mulai menurun. Karena ikan ini menyukai air yang jernih, berbatu dan arus air yang deras,” tuturnya, Jumat (22/4). 

Semah dan Seladang merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi, dagingnya pun enak. Karena cara menangkap dengan tuba dan sentrum kedua ikan ini jadi sulit didapat di perairan umum. 

Dikatakan, saat ini jika ingin mendapatkan ikan Semah, harus pergi ke daerah perhuluan yang jarang ada aktifitas illegal fishing, seperti daerah hulu Kapuas. Sementara Seladang hanya ada di danau-danau yang daerahnya juga bersih dan airnya jernih,” tuturnya. 

Agar tidak punah, kata Wajidi, Dinas Perikanan berupaya melakukan pemijahan terhadap semah dan seladang, untuk dikembangbiakkan. 

Hanya saja, kata Wajidi, dinasnya masih terkendala pada tenaga teknis. 

“Melalui pemijahan kami ada upaya mencoba,” terangnya. 

Untuk Semah pemijahannya masih di jajaki di Balai Benih Ikan Kelansin di Desa Tekudak, Kecamatan Kalis. Sementara untuk Seladang, belum pengembangannya. Karena BBI masih terbatas sumber daya manusia yang lihai dibidangnya, sehingga pemijahan masih ditunda.

Wajidi mengaku, khusus ikan semah, pihaknya sempat ada penjajakan dengan pihak Balai Taman Nasional Betung Kerihun. Mengingat TNDS sempat studi banding ke Malaysia terkait ikan itu. “Meski pun baru pemaparan umum, paling tidak kami tahu karakteristik ikan Semah. Memang belum secara teknis pada pemijahannya,” paparnya. Untuk itu perlu dilakukan pendalaman teknik pemijahan ikan.

Terutama terhadap ikan-ikan bernilai ekonomis tinggi seperti semah, seladang,belidak dan berbagai jenis ikan lainnya. Menginbat sejumah jenis ikan air tawar di Kapuas Hulu yang mulai langka, dan hampir punah. Kalau tidak demikian, perlahan ikan akan habis. “Kita harus ada upaya untuk menjaga dan melestarian ikan-ikan bernilai ekonomis tinggi. Pemijahan salah satu langkahnya,” ungkap.(aan)

Berita Terkait