Selamat Jalan, AK!

Selamat Jalan, AK!

  Rabu, 11 January 2017 09:30
BERPULANG: Achmad Kurniawan atau yang akrab disapa AK, Kiper Arema yang juga kakak kiper timnas Kurnia Meiga meninggal dunia pada Selasa (10/1) sore. AK meninggal dunia di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang (10/1). PURWANTO/MALANG POST

Berita Terkait

Hebuskan Nafas Terakhir Akibat Serangan Jantung

MALANG KOTA- Keluarga besar Arema FC berduka. Salah satu kiper terbaiknya, Achmad Kurniawan, 37, meninggal dunia pukul 17.00, Selasa kemarin (10/11) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang akibat sakit jantung. Sebelumnya, dia telah menjalani perawatan selama 10 hari di RSSA. 

Selama menjalani perawatan di Instalansi Gawat Darurat (IGD) sejak Kamis (29/12), kondisi AK, sapaan Achmad Kurniawan, memang sempat membaik. Dia sempat menggerakkan tangan dan membuka matanya, namun belum sadar. Namun takdir berkata lain. Kiper kelahiran 31 Oktober 1979 ini akhirnya dipanggil menghadap Ilahi, sore kemarin. 

Media Officer Arema FC Sudarmaji menjelaskan, kabar meninggalkan AK ini didapat dari pelatih Arema FC, Aji Santoso. Lalu dirinya menghubungi semua pemain. ”Kami sangat berduka, kehilangan pemain terbaik kami,” ungkap Sudarmaji di RSSA, Selasa (10/1) malam.

Dia menjelaskan, manajemen Arema FC terakhir menjenguk AK di RSSA dua hari yang lalu, Minggu (8/1). Saat itu kondisinya sudah mulai membaik. Dia sudah sadar dari komanya. ”Sejak masuk RSSA, dua hari lalu sempat membaik,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Menurut Sudarmaji, kondisi AK memburuk pada Kamis (29/12) lalu. Itu terjadi setelah cuci darah pertama. Lalu kondisi sempat membaik. Akan tetapi kembali drop dan harus cuci darah lagi. Kemudian dia mengeluhkan sesak nafas sampai koma.

Sementara, dari pantauan koran ini, sejak pukul 18.00 petang kemarin, beberapa pemain Arema datang ke IGD RSSA untuk menyampaikan rasa belangsungkawa. Mereka antara lain Benny Wahyudi dan Dendy Santoso. 

Pelatih Arema FC, Aji Santoso mengaku sangat terpukul dengan meninggalnya AK. Sejak dipercaya menjadi pelatih Arema FC, Aji menyatakan belum sempat berkomunikasi dengan AK. ”Yang jelas saya dan pecinta bola di Malang sangat kehilangan kiper terbaik,” kata Aji.

Mantan melatih Persik Kediri pada tahun 2008 ini tahu betul AK. Karena Aji pernah menjadi pelatih AK ketika masih di Persik Kediri. ”Dia kiper yang baik, pribadi yang baik dan setia kawan. Bahkan kalau ada masalah di klub, AK bisa menjadi penengah,” kata Aji.

Masih menurut mantan pelatih Persela Lamongan ini, AK bisa menjadi contoh yang baik bagi siapapun. Menurutnya dalam kondisi menang atau kalah, AK selalu fight. Contohnya di Arema FC, walau usianya sudah tidak muda lagi, akan tetapi berhasil tampil dengan baik. ”Dia punya keinginan keras untuk selalu fight,” puji Aji

Salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing yang juga hadir di RSSA menyatakan sangat kehilangan pemain terbaik Arema FC. ”Dia yang menjadi semangat Arema akhir-akhir ini, ternyata sudah pergi,” kata Ovan.(asa/abm)

Berita Terkait