Selamat Datang di Olimpiade Penuh Masalah

Selamat Datang di Olimpiade Penuh Masalah

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30
OLIMPIADE: Beberapa orang membentuk konfigurasi logo olimpiade dengan turun dari jembatan di Sao Paulo, Brazil (31/7) | REUTERS/Paulo Whitaker

Berita Terkait

Transportasi Utama ke Venue Pertandingan Baru Dilaunching Hari ini

Gelaran Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil sudah di depan mata. Para kontingen dari 206 negara saat ini sudah berdatangan ke negeri penghasil kopi terbesar di dunia tersebut. Namun, sejak jauh-jauh hari sampai sekarang, pemberitaan tentang Olimpiade ke-31 ini mayoritas malah dikuasai masalah-masalah yang belum terselesaikan. 

---------------

Apapun itu, show must go on. Pesta olahraga terakbar sejagat akan resmi dimulai Jumat besok (Sabtu WIB). Total akan ada 42 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Olimpiade kali ini. Sekitar 10.500 atlet dari 206 negara bersaing memperebutkan 306 set medali yang telah disiapkan. 

Venue-venue pertandingan di 33 tempat berbeda juga sudah disiapkan sedemikian rupa. Termasuk lima stadion sepak bola yang berada di luar kota Rio de Janeiro.

Secara umum kota Rio memang tampak telah siap menyambut tamu dari berbagai penjuru dunia itu. Setiap sudut kota termasuk venue-venue pertandingan telah bersolek. Namun, tetap saja fokus perhatian publik saat ini masih lebih ke masalah-masalah yang belum terselesaikan sebelum ajang itu dibuka di stadion Maracana Jumat besok. 

Ada beberapa hal yang masih menyisakan problem hingga hari ini. Mulai isu keamanan, pencemaran air, virus zika, athlete village yang belum rampung, hingga sarana penunjang seperti transportasi massa di kota Rio yang belum beres.

Setelah melewati berbagai kendala, hari ini, hanya empat hari sebelum Olimpiade dibuka, pemerintah Brasil baru akan resmi membuka jalur empat kereta bawah tanah (subway) yang akan menghubungkan kawasan hotel dan athlete village dengan beberapa venue pertandingan.

Padahal, proyek tersebut sejatinya sudah digeber sejak 2007. Memakan anggaran 2/3 dari total biaya pembangunan transportasi penunjang Olimpiade. Nilai proyek itu mencapai USD 3 miliar (Rp 39,2 triliun). Belum ada sebelumnya dalam sejarah, penyelenggara olimpiade meresmikan sarana transportasi baru untuk kepentingan acara semepet ini dengan seremoni pembukaan.

Meski pemerintah kota Rio mengatakan seminggu belakangan telah dilakukan uji kelayakan akan proyek tersebut, tetap saja beberapa pakar transportasi publik mempertanyakan sisi keselamatannya. Apalagi, sarana transportasi tersebut digadang-gadang akan langsung menjadi sarana utama mobilitas para atlet maupun turis asing menuju lokasi acara selama Olimpiade. Itu untuk memecah kemacetan di ruas jalan-jalan utama kota Rio yang setiap hari terjadi.

“Ceritanya berbeda ketika ribuan penumpang mulai menggunakan sarana transportasi itu. Masyarakat tentu akan merasa tidak nyaman ketika mengetahui proyek itu belum diuji secara memadai,” ucap Trent Letcho, konsultan transportasi publik dari Arup firm dilansir Wall Street Journal.

Sarana transportasi hanya salah satu kendala. Sejak para kontingen berdatangan ke athlete village akhir Juli lalu, mereka menemukan kenyataan banyak dari sarana prasaran di dalam gedung yang belum bisa difungsikan. 

Dari air kamar mandi yang mampet, lantai tegel pecah, hingga kabel instalasi listrik yang semrawut. Chef de mission kontingen Australia, Kitty Chiller sampai menyebut athlete village untuk kontingennya berstatus belum layak huni. “Lima kali aku sudah mengikuti Olimpiade dan ini yang paling buruk,” ucapnya dilansir Foxsport.

Angka kriminalitas yang tinggi di kota Rio juga menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara untuk membuat para tamu mereka nyaman berada di kota tersebut. Sedikitnya 50 ribu aparat keamanan dikerahkan. Namun, belum-belum beberapa atlet mengaku sudah menjadi korban perampokan. 

Yang terbaru adalah pengakuan atalet lari gawang Tiongkok, Shi Dongpeng. Dia mengatakan menjadi korban perampokan di loby hotel tempat dia singgah di kota Rio. (irr)

Berita Terkait