Selamat Berkat Email

Selamat Berkat Email

  Kamis, 12 November 2015 10:21
BERSANDAR : Sebuah kapal barang sedang bersandar di pinggir Pelabuhan Dwikora, aktivitas di Pelabuhan Dwikora masih terlihat sibuk setiap harinya. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kapal Motor Momosarua yang dinakhodai warga Swiss terombang ambing di Selat Karimata karena kerusakan mesin. Kapal berbendera Swiss itu sudah dievakuasi Badan Serve and Rescue Nasional ke Pulau Betok, Kabupaten Kayong Utara, kemarin.Kepala Seksi Operator Kantor SAR Pontianak Yulisius Cahyono menuturkan, beberapa hari lalu menerima laporan dari Basarnas Pangkal Pinang bahwa terdapat satu unit kapal berbendera Swiss berisi dua awak kapal berkewarganegaraan Swiss terombang ambing di Selat Karimata. “Diketahui mereka ke sana untuk mengikuti rangkaian acara Festival Karimata beberapa pekan lalu,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (11/11).

Di tengah perjalanan untuk kembali ke Swiss, sambung dia, kapal tersebut mengalami kerusakan mesin di bagian motor bantunya, sehingga kapal tersebut tidak bisa mengisi baterai untuk memfungsikan global positioning system (GPS), alat navigasi dan alat telekomunikasinya.  Tak hilang akal, awak kapal justru memanfaatkan email ke Badan SAR Pangkalpinang untuk memberikan tanda bahwa ia tengah terombang ambing di Selat Karimata dan butuh pertolongan. Berkat laporan tersebut ditambah lokasi kejadian masih berada di Kalimantan Barat, maka SAR Pangkalpinang melimpahkan kewenangan ini ke Kantor SAR Pontianak.

Setelah menerima kabar itu, petugas SAR Pontianak lalu berkoordinasi ke Basarnas. “Menurut kabar yang kami terima, kapal layar itu bernama Momosarua, dari Swiss. Dalam pesan email itu, mereka (Nahkoda kapal) meminta agar kapalnya ditarik ke Nongsa daerah Batam,” tuturnya.Selasa (10/9) sore Tim SAR menuju ke lokasi menggunakan rescue boat 214. Sekitar pukul 04.00, Rabu (11/11) Tim SAR tiba di lokasi dan telah menemukan kapal yang mengalami kerusakan itu.

Karena kondisi cuaca memburuk, kapal tersebut ditarik ke Pulau Betok, Kayong Utara, dengan tujuan untuk mengamankan kapal dari hantaman cuaca buruk. Setelah aman, lanjutnya, Kapal Momosarua minta ditarik ke Nongsa, Batam. “Ini menjadi kesulitan kami karena rescue 214 tidak dirancang untuk menarik, tetapi dirancang untuk evakuasi dan rescue,” ungkapnya.Upaya telah dilakukan dan diusahakan. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut untuk mengirimkan satu unit tugboat agar bisa menarik kapal layar itu ke Batam. Pagi tadi (kemarin) kapal milik Dirjen Perhubungan tiba di lokasi dan rencananya dibawa ke Pontianak. “Entah karena alasan apa, awak kapal dari Swiss tidak berkenan kapalnya ditarik ke Pontianak. Kami kurang tahu alasan mereka. Tetapi itu hak mereka,” ungkapnya.

Di tengah perjalanan, nahkoda kapal itu melakukan koordinasi dengan agen perjalanan swasta agar dapat menarik kapal tersebut hingga ke Batam. Merasa tanggung jawab dan tugas dari Tim SAR Pontianak telah dilaksanakan, terutama dalam hal evakuasi korban dan penyelamatan kapal layar serta memberikan bantuan makanan dan minuman, pihaknya merasa tugas tersebut telah dilaksanakan. Terlebih pemilik kapal asal Swiss itu telah menghubungi agen perjalananya untuk meminta menarik kapal itu ke Swiss. Tambahnya, tadi (kemarin) sekitar pukul 12.00 Basarnas Pontianak memerintahkan rescue boat 214 untuk kembali, dengan catatan bahwa nahkoda dan awak Kapal Momosarua Swiss sudah selamat.(iza)

Kapal Layar Swiss
* KM Momosarua yang berisi dua awak kewarganegaraan Swiss menghadiri Festival Karimata di Kayong Utara
* Di tengah perjalanan ke Swiss, kapal tersebut mengalami kerusakan mesin di bagian motor bantunya.
* Kapal tidak bisa mengisi baterai untuk memfungsikan GPS, alat navigasi dan alat telekomunikasinya
* Awak kapal mengirim email ke Badan SAR Pangkalpinang memberitahu sedang dalam masalah di Selat Karimata dan membutuhkan pertolongan
* Laporan itu diterima. Karena masih di perairan Kalbar, Badan SAR Pangkalpinang melimpahkan kewenangan ini ke Kantor SAR Pontianak.
* Petugas SAR Pontianak berkoordinasi ke Basarnas.
* Selasa (10/9), tim SAR Pontianak menuju lokasi menggunakan rescue boat 214
* Rabu (11/11), pukul 04.00, tim SAR tiba di lokasi dan menemukan kapal tersebut
* Cuaca memburuk, kapal ditarik ke Pulau Betok, Kayong Utara, untuk mengamankan kapal
* Kapal Momosarua minta ditarik ke Nongsa, Batam. Rescue boat 214 tidak dirancang untuk menarik, hanya evakuasi dan rescue.
* Tim SAR berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut untuk mengirimkan satu unit tugboat agar bisa menarik kapal ke Batam
* Rabu (11/11), kapal milik Dirjen Perhubungan tiba di lokasi dan rencananya dibawa ke Pontianak
* Nahkoda kapal itu melakukan koordinasi dengan agen perjalanan swasta agar menarik kapal hingga ke Batam
* Pukul 12.00, Basarnas Pontianak memerintahkan rescue boat 214 untuk kembali dengan catatan nahkoda dan awak Kapal Momosarua Swiss selamat

 

Berita Terkait