Selamat Berjuang, Rio , Resmi Tampil di Formula 1

Selamat Berjuang, Rio , Resmi Tampil di Formula 1

  Jumat, 19 February 2016 07:30
Foto Wahyudin/JPNN

Berita Terkait

JAKARTA – Indonesia memasuki babak baru di pentas olahraga dunia kemarin (18/2). Rio Haryanto resmi menjadi pembalap pertama Merah Putih di Formula 1. Membela Manor-Mercedes, Rio akan tampil satu musim penuh di perhelatan motorsport terakbar tersebut.

Pengumuman Rio menjadi pembalap Manor disampaikan lewat akun Twitter resmi tim asal Inggris itu, @ManorRacing. Pada saat yang sama, di Jakarta Rio menggelar konferensi pers bareng Menpora Imam Nahrawi dan Pertamina selaku sponsor utama. Dalam acara itu, Dave Ryan, racing director Manor, juga mengumumkan secara khusus melalui telekonferensi dari Inggris.”Inilah saatnya, kami umumkan bahwa Rio akan bergabung bersama kami,” kata Dave.

Rio menjadi pembalap terakhir yang teregister untuk F1 musim ini. Dia akan berduet dengan Pascal Wherlein (Jerman) yang lebih dulu dipilih Manor. Mereka akan bertarung dengan 20 driver terbaik dunia dalam 21 seri F1 musim ini.

Malam ini juga Rio harus terbang ke Barcelona untuk segera bergabung dengan Manor. Senin lusa (22/2) dia harus mengikuti uji coba pramusim.

Rio akan memasang nomor 88 di mobilnya. Sebenarnya nomor 8 ingin dipilih pembalap 23 tahun itu. Nomor 8 sudah dia pakai sejak di GP2. Namun, karena nomor tersebut sudah dipakai Roman Grosjean (Haas-Ferrari), Rio menggunakan 88.

”Saya ucapkan terima kasih kepada Menpora, Pertamina, juga seluruh rakyat Indonesia. Kini saya bisa tampil di Formula 1, membawa nama Indonesia,” kata Rio.

Sukses Rio mengamankan kursi Manor adalah perjuangan panjang tak kenal lelah. Sejak 2002 dia merintis karir di gokar. Lalu, menembus GP3 pada 2010. Musim 2015 dia bersinar di ajang GP2.

Dengan performa yang bagus, merebut tiket kemenangan GP2 musim lalu, dia percaya diri memburu tiket F1. Sejak pertengahan 2015, bersama Kiky Sports, dia mencari sponsor untuk membiayai kebutuhan dana masuk Formula 1. Pernah mendapatkan tawaran dari Force India, dia tidak punya cukup uang 30 juta euro.

Pada akhirnya, Manor berjodoh dengan Rio. Uang Rp 15 juta euro (sekitar Rp 225,5 miliar) harus dibayarkan Rio kepada Manor. Baru 5 juta euro sponsorship yang ada, dari Pertamina. Namun, dengan garansi dan dukungan dana pemerintah melalui Menpora, Rio bisa meyakinkan Manor untuk memberikan satu seat kepada dirinya.

Rio pun telah membayar 3 juta euro yang dipinjam keluarganya dari bank. Dana dari Pertamina baru cair 2,250 juta euro. ”Setelah tiga kali race F1, kami akan selesaikan semua tanggungan Pertamina, sebesar 5 juta euro,” jelas Wianda Pusponegoro, VP corporate communication Pertamina. Selain Wianda, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto hadir kemarin. 

”Ke depan saya tidak ingin sekadar mewakili Indonesia di F1, tetapi kalau bisa juga menuai prestasi,” kata Rio yang merupakan putra keempat mantan pembalap nasional Sinyo Haryanto.

Selanjutnya, masih ada kekurangan dana sekitar 7 juta euro yang harus diselesaikan Rio. Terkait hal tersebut, Menpora Imam Nahrawi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti memperjuangkan dana Rp 100 miliar dari APBNP. Dia juga akan mendorong pihak swasta untuk ikut membantu. Termasuk BUMN.

”Seperti halnya Rio, kami tidak akan lelah berhenti berjuang untuk tambahan dana buat dia. Ini menyangkut martabat bangsa dan negara,” tegas Imam.

Di sisi lain, Edwin Abdullah yang mewakili BUMN menegaskan bahwa dukungan buat Rio akan terus diupayakan. Karena saat ini status Rio sudah pasti tampil di F1, Edwin mengatakan bakal lebih mudah untuk mendukung Rio. ”Saya akan melaporkan ini kepada Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno, Red), Rio should never walk alone,” katanya.

Karena sudah resmi menjadi pembalap F1, Rio akan menjalani kehidupan yang jauh lebih sibuk daripada sebelumnya. Senin depan dia sudah harus menjalani uji coba. Karena baru terbang ke Spanyol malam nanti, jet lag mungkin masih dirasakan satu-satunya pembalap F1 asal Asia musim ini tersebut.

Namun, Rio menegaskan tidak akan ada masalah fisik. Selama ini, di tengah kesibukan mencari sponsor, dia tetap berlatih keras menempa stamina. Sehari, minimal empat jam dia latihan. Dia didampingi Dennis van Rhee yang cukup sukses menangani fisik Rio di GP2 2015.

”Orang mungkin tidak tahu yang saya jalani, tetapi latihan fisik yang cukup berat sudah saya lewati,” terangnya. ”Aspek mental juga menjadi tantangan utama buat saya,” tandasnya.

Benar saja. Dia harus menghadapi pembalap terbaik dunia macam Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, Jenson Button, dan lain-lain. Bila sudah keder duluan, Rio tidak akan pernah bisa menampilkan potensi terbaiknya.

Dari 21 seri Formula 1 yang akan digelar sepanjang 2016, ada lima lomba yang sirkuitnya belum dikenal Rio. Dia tidak pernah balapan di sana. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi dia untuk menaklukkan.

Untuk mengenal lebih baik sirkuit yang dimaksud, Rio akan banyak belajar dari simulator. ”Simulator menjadi pendukung krusial buat saya,” terangnya.

Rio menjelaskan, menjelang satu seri, pada Senin-Selasa dia menjajal simulator sesuai sirkuit yang akan dipakai. ”Satu hari bisa melahap 60 putaran, jumlah itu bisa saya selesaikan dalam dua hingga tiga sesi setiap hari,” urai pembalap 23 tahun tersebut.Ya, semoga kebanggaan Indonesia memiliki pembalap F1 tidak menjadi hal terakhir yang dipersembahkan Rio. Dengan perjuangan yang begitu keras, semoga Rio bisa meraih prestasi yang membanggakan. Sekadar meraih poin, itu menjadi satu hal yang luar biasa.Selamat berjuang, Rio!!! (nap/c10/ang)

Berita Terkait