Selama UN, Rubaety Harap PLN Tak Padamkan Listrik

Selama UN, Rubaety Harap PLN Tak Padamkan Listrik

  Senin, 4 April 2016 09:08
Ruaety Erlita Prabasa

Berita Terkait

ANGGOTA Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Hj Rubaety Erlita Prabasa SSosI SH mengharapkan PLN tidak memadamkan listrik selama Ujian Nasional. "Selama ini kita ketahui masih sering terjadi pemadaman listrik di Kalimantan Barat. Tapi untuk saat ini, kami berharap PLN tidak memadamkan terutama selama ujian nasional yang akan dimulai tanggal 4 April ini," tegas Rubaety, Minggu (3/4), saat dimintai tanggapan terkait pelaksanaan ujian nasional yang dilaksanakan mulai hari ini.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Rubaety mengingat saat ini SMP/MTs, SMA/MA/SMK menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sekolah yang melaksanakan UNBK sendiri dalam jumlah besar baru pertama kali diterapkan dalam ujian nasional tahun 2016.

"Karena saat ini menggunakan sistem komputerisasi, maka suplai listrik pasti sangat mempengaruhi. Terganggu sedikit saja akan berpengaruh. Itu akan mempengaruhi psikologis siswa jika terjadi gangguan sekecil mungkin dihindari apalagi jika bisa berpengaruh terhadap nilai anak-anak kita nantinya," papar anggota DPD RI dapil Kalbar ini.

Ditambahkan Rubaety, pemadaman tidak hanya dihindari pada saat pelaksanaan disiang hari saja, namun pada malam hari. Malam hari merupakan waktu siswa untuk belajar mempersiapkan diri menghadapi ujian keesokan harinya. "Malam hari juga kami harapkan tidak ada pemadaman listrik. Siswa-siswa tidak akan bisa belajar dengan baik jika lampu padam," ujarnya.

Untuk itu, jelas Rubaety, PLN harus mampu memanejemen pasokan listriknya. Jika perlu PLN menyiapkan genset selama masa ujian ini. Pemeliharaan mesin yang menyebabkan pemadaman bergilir sebaiknya dihindari.

"Untuk keberhasilan ujian nasional tahun ini agar hasilnya baik sesuai dengan target, kami harapkan semua pihak kooperatif mendukungnya dengan baik termasuk PLN," tutupnya.

Pelaksanaan UNBK dijadwalkan 4-12 April 2016. Sebanyak 1.063.382 siswa tersebar di 34 provinsi mengikuti UNBK tersebut. Di Kalbar sendiri terdapat total 28 sekolah, diantaranya satu SMP, tiga SMA, dan sisanya SMK/sederajat. (d1/ser)

Berita Terkait