Sekolah Langsung Cairkan Dana BOS

Sekolah Langsung Cairkan Dana BOS

  Sabtu, 30 July 2016 10:06
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS – Begitu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diinfokan sudah bisa dicairkan, sekolah penerima di Kabupaten Sambas pun langsung melakukan pencairan. Tertahannya dana BOS beberapa bulan, membuat penyelenggara sekolah harus pintar-pintar bersiasat. Dengan melakukan pinjaman atau lainnya. Bisa dicairkannya dana BOS ini pun disambut positif penyelenggara sekolah.

 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Drs H Jusmadi SH, Jumat (29) pun mengakui hal tersebut.

Sebelumnya, dijelaskan kalau sekolah-sekolah penerima dana BOS telah melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan. Termasuk penyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana BOS tahun sebelumnya.

“Pencairan itu urusan pemerintah pusat dan provinsi. Tapi sekolah di Sambas sebelumnya telah memenuhi segala persyaratan, sehingga begitu dana BOS itu bisa dicairkan, mereka (sekolah-red) sudah dinyatakan lengkap persyaratannya,” kata Jusmadi, kepada wartawan di temui di Aula Kantor Bupati Sambas. Setelah penundaan kemudian beberapa waktu lalu dana BOS bisa dicairkan. Beberapa berkas sudah masuk ke Dinas.

“Artinya kalau sudah ada, sekolah telah mencairkannya. Kemudian kita juga telah memberikan semacam rekomendasi untuk pencairan, dan kalau itu tidak ada maka Bank yang bersangkutan tak akan mau mencairkan,” katanya.

Jusmadi menyebutkan, begitu sudah cair. Sekolah mengaku telah menggunakan untuk biaya operasional. Diantaranya memberikan gaji kepada honorer serta lainnya. “Langsung digunakan sesuai peraturan yang ada, misalnya ATK atau memberi gaji honorer,” katanya.

Ketika ditanya apakah pencairan dana BOS berikutnya akan lancar dan tak ada permasalahan. Jusmadi mengatakan belum tahu secara jelas. Terlebih dana BOS ini dari pusat ke Pemerintah Provinsi yang langsung ditransfer ke sekolah-sekolah penerima.

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menyatakan dana BOS triwulan kedua sudah bisa dicairkan. Hal ini setelah pemerintah provinsi mendapat surat tertulis dari Kementerian Dalam Negeri Nomor 420/2711/SE tentang Penyaluran Dana Bos yang dikeluarkan tanggal 25 Juli 2016.

Surat Kemendagri tersebut adalah surat sebagai pengganti payung hokum untuk pencairan dana dari kas daerah ke rekening satuan pendidikan yang dicabut Maret lalu ditanda tangani Kementerian Dalam Negeri. Dana BOS yang dicairkan itu senilai Rp200 miliar lebih.

Penyaluran itu langsung ke rekening satuan pendidikan berdasarkan keputusan Gubernur Kalbar dengan nomor 591/BPKAD/2016 tentang penetapan penerimaan jumlah dana BOS Triwulan II di wilayah Kalimantan Barat Tahun anggaran 2016. Bersama dengan itu dikeluarkan juga surat dengan nomor 592/BPKAD/2016 tentang penetapan selisih kurang salur dan tambahan penerima jumlah BOS triwulan I Tahun 2016 di Kalimantan

Barat.

Cornelis meminta setiap kepala daerah di kabupaten/kota ikut mengawasi pemanfaatan dana BOS yang sudah disalurkan ke masing-masing satuan pendidikan. Para bupati/wali kota agar memantau penyaluran dan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukannya yang mengacu pada aturan.

Kemudian meminta satuan pendidikan sebagai penerima dana ini agar bekerja lebih profesional. Dia mengingatkan agar dana ini dimanfaatkan sesuai aturan. Pihak sekolah juga diminta segera untuk membuat laporan pertanggungjawabannya dalam pemanfaatannya. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Alexius Akim meminta pemanfaatan dana BOS itu sesuai dengan kebutuhan real sekolah. Menurutnya ada 13 item yang tertuang dalam Juknis untuk pemanfaatan dana BOS.

Masih dikatakannya, jika kebutuhan real sekolah itu sudah terpenuhi dia meminta pihak sekolah segera membuat laporan pertanggungjawabannya.  Dan sepeser uang negara pun harus dapat dipertanggungjawabkan.(fah)

Berita Terkait