Sekjend Kemenhub Resmikan Pelabuhan Cik Kadir

Sekjend Kemenhub Resmikan Pelabuhan Cik Kadir

  Senin, 23 May 2016 09:30
PERESMIAN PELABUHAN: Sekjend Kemenhub RI, Sugihardjo meresmikan Pelabuhan Laut Teluk Cik Kadir Sukadana, didampingi Bupati Hildi Hamid dan Wakil Bupati Idrus, Sabtu (21/5) lalu. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Sugihardjo, meresmikan Pelabuhan Laut Teluk Cik  Kadir Sukadana, Sabtu (21/5) pagi. Di waktu bersamaan, selain meresmikan Cik Kadir,  Sugihardjo yang disambut langsung Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dan Wakil Bupati Kayong Utara Idrus, juga meresmikan Pelabuhan Laut Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Pelabuhan Cik Kadir yang terletak di Kota Sukadana tersebut, mulai dikerjakan sejak 2011 hingga tahun 2015, dengan total anggaran Rp75.400.000.000. Adapun untuk kapasitas pelabuhan tersebut mampu disinggahi kapal kargo 1.000 DWT. Fasilitas pelabuhan laut yang tesedia berupa dermaga 70x8 meter persegi, trestle 366x6 meter persegi, dengan kedalaman -5 mLWS. Untuk fasilitas darat sendiri di mana terminal penumpang seluas 15x 7,5 meter persegi, gedung kantor 10x10 meter persegi, pos jaga 4x5 meter persegi, serta lapangan penumpukan 1.815 meter persegi. 

Sekjend Kemenhub Sugihardjo menjelaskan untuk saat ini pemerintah telah membangun 91 pelabuhan laut di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dijabarkan dia, terbagi dari 80 pelabuhan laut di wilayah Indonesia bagian timur dan 11 pelabuhan di wilayah  Indonesia bagian barat. 

“Jelas kita mengharapannya dengan adanya infrastruktur transportasi tersebut dapat memudahkan konektivitas antarwilayah, agar dapat memperlancar pergerakan orang dan juga distribusi logistik. Hal tersebut tentunya akan memacu pertumbuhan wilayah itu sendiri, dan diharapkan juga pembangunan Indonesia bisa merata di nusantara ini,” kata Sugihardjo usai meresmikan Pelabuhan Laut Teluk Cik Kadir di Kabupaten Kayong Utara, sekaligus meresmikan Pelabuhan Kuala Jelai, Sabtu (21/5).

Dia menegaskan bagaimana komitmen Kemenhub untuk dapat mendukung program nawacita Presiden Republik Indonesia, agar dapat membangun Indonesia dari pinggiran. Di samping itu, dia menambahkan, bagaimana pembangunan tersebut bisa bertumpu kepada  sektor kemaritimannya. “Karena laut adalah potensi untuk kesejahteraan rakyat dan untuk itu harus  kita wujudkan bersama, dan laut bukan berarti pembeda,” sambungnya. 

Untuk Pelabuhan Sukadana sendiri, dijelaskan dia bahwa hierarkinya untuk pengumpul lokal dan nantinya akan diperuntuhkan untuk melayani kebutuhan di Kayong Utara, terutama menjelang perhelatan Sail Selat Karimata. Tentunya, dia yakin, akan banyak kemanfaatan dari pelabuhan yang telah diresmikan tersebut.

“Pelabuhan ini memang hanya bisa dilalui oleh kapal 1.000 DWT, karena alurnya hanya memiliki kedalaman -5 mWLS. Untuk itu tidak mungkin kapal kapal besar bisa masuk ke sini. Kapal kecil juga masih berbahaya karena arusnya lepas takut dihantam ombak, dan harus ada pilihan prioritas dalam menentukan pelabuhan mana yang berfungsi sebagai pelabuhan utama, mana pelabuhan pengumpul dan selanjutnaya mana pelabuhan pengumpan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut sangat diperlukan, dalam membangun perekonomian. Karena, sambung dia, pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, mempunyai peran penting dan strategis untuk pertumbuhan industri dan perdagangan. Industri dan perdagangan, menurut dia, merupakan sektor usaha yang dapat memberikan konstribusi yang besar bagi pembangunan suatu daerah. 

“Diharapkan dengan diresmikannya Pelabuhan Sukadana ini, akan cepat memacu pertumbuhan perekonomian Kabupaten Kayong Utara. Untuk kelancaran keluar masuk ke pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah menyediakan akses jalan ke pelabuhan yang Insyallah dalam waktu yang tidak lama lagi jalan tersebut sudah diaspal,” terang Bupati.

Dijelaskan dia jika Pelabuhan Sukadana tersebut merupakan pelabuhan yang baru, di mana selama ini hanya disandarkan kapal-kapal lokal. Dia menyarankan agar perlu dilakukan intervensi dari Pemerintah Pusat, dengan membuka trayek-trayek perintis ke pelabuah ini. “Misal usul supaya home base kapal berada di Pelabuhan Sukadana dengan trayek Sukadana – Karimata – Belitung,” paparnya.

Agar kapal-kapal dengan tonase yang lebih besar dapat bersandar di Pelabuhan Sukadana ini, menurut dia, diperlukan pengerukan kolam pelabuhan yang 2 meter, menjadi kedalaman kolam 4 meter. “Selain itu memang diperlukan pembangunan break water pelindung kapal dari hempasan gelombang pada waktu bersandar. Untuk kesemua hal tersebut tentunya dalam rangka memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat pengguna jasa ketika kepelabuhan,” tutupnya. (dan)
 

Berita Terkait