SEKBER PMKB J.C. Oevaang Oeray Selenggarakan Makrab Kalbar 2016

SEKBER PMKB J.C. Oevaang Oeray Selenggarakan Makrab Kalbar 2016

  Senin, 4 April 2016 13:06   1
Peserta Makrab Kalbar ketika tahun 2012

MAKRAB. Malam Keakraban, populer dikalangan mahasiswa medio 1970-1980an. Masa pahit Orde baru dan pergerakan ide serta kesadaaran untuk sebuah regenerasi organisasi. Tahun 90-an Inagurasi mahasiswa baru sering diadakan setelah masa Orientasi usai.

Mahasiswa saat ini cenderung individualis. ATM bank ada tiga, Credit card, Motor/kendaraan masing-masing, Komputer pribadi, jaringan internet mandiri, Hand Phone canggih dengan berbagai fitur. Sehingga pesan air, panggil Laundry, pesan makan, bisa dilakukan sendiri sambil duduk di WC. Download contekan makalah, bahan kuliah, Film Favorit (versi Grammy bahkan Sora Aoi), bisa sambil tiduran dikost yang teduh ber-AC.

Tapi, apakah benar-benar anda, kita dan kami TIDAK PERLU orang lain? TIDAK PERLU kawan dan persahabatan? TIDAK PERLU bersosialisasi?

Jika memang anda beranggapan seperti itu, sebenarnya JIWA kemahasiswaan generasi ini sudah mati. Karena Orde Lama diruntuhkan oleh Orde Baru, dan Orde Baru dibungkam oleh Mahasiswa melalui 1 hal: ORGANISASI. Organisasi yang memelihara keakraban, pertemanan, persahabatan, kekeluargaan, saling memiliki, saling menguatkan, saling bantu, saling memberanikan, saling menumbuhkan dan saling mendoakan.

Merespon kondisi yang demikian, mahasiswa Kalbar yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat J.C. Oevaang Oeray (Sekber) akan menyelenggarakan Malam Keakraban Kalimantan Barat pada 23-24 April 2016. Makrab ini diharapkan menjadi ruang pertemanan yang solid, berdaya dan efektif sebagai gerakan kaum intelektual muda yang kreatif.

Dengan mengangkat tema populer ala anak muda,  “Kemarin Boleh Tak Kenal, Hari Ini Kita Bersama, Esok Bahagia”, panitia pelaksana ingin menjadikan kegiatan ini sebagai pengikat rasa kekeluargaan yang kuat. Sejalan dengan hal itu, berbagai rangkaian acara seperti outbond, talk show, dialog antar forum, pentas seni dan hiburan band akan dipakai sebagai senjata perekat mahasiswa rantau asal Kalbar di Yogyakarta.

Seperti kutipan yang diposting oleh Ketua Sekber, Fornestor Mindaw melalui media facebook, Makrab Kalbar 2016 harus direproduksi sebagai kegiatan pelepas penat, perajut rasa kekeluargaan, ataupun sebagai piknik bersama yang mendidik. Seluruh partisipan akan dibaur dalam suasana dialog yang nyaman dan menyenangkan lewat permainan-permainan mendidik, atau dengan cara-cara kreatif ala anak muda.

Sebagai organisasi yang menaungi seluruh forum mahasiswa tingkat kabupaten se-Kalbar, Sekber akan menggandeng beberapa sponsor sebagai penyandang dana, selain berusaha melobi pihak Pemprov Kalbar untuk membantu pendanaan dan bantuan para donatur serta alumni. Namun demikian, lima puluh persen dana dihimpun sendiri, baik melalui usaha-usaha organisasi maupun swadaya peserta.

Ditanya soal pendanaan, Ezra Geovani asal Landak yang juga menjabat Ketua Usaha Dana panitia pelaksana, berharap agar banyak pihak bisa membantu dan berkontribusi.

“Kami berharap Pemprov Kalbar membantu, begitu juga para alumni dan donatur-donatur lainnya sehingga bisa mengurangi beban peserta untuk membayar biaya pendaftaran mereka,” papar Ketua Formakal Landak ini.

“Kita semua kan tahu kalau anak rantau, rata-rata selalu punya masalah dengan anggaran bulanannya,” gurau Ezra.

Sementara itu, ketika dihubungi via blackberry messanger, Ketua Panitia Pelaksana, Puput yang bernama lengkap I Made Wisnawa Putra memberi penegasan bahwa Makrab Kalbar 2016 harus mampu menjadi sebuah komunitas yang etis serta sebagai ruang belajar untuk menghargai.

“Itu arahan dari Ketua Sekber langsung dan panitia pengarah seperti dewan Pembina dan Dewan Pertimbangan organisasi,” ungkap Puput yang juga menjabat Ketua FPMKB Bengkayang ini.

DI lain tempat, Iwan Djola, salah satu Dewan Pembina Sekber, mengapresiasi kegiatan Makrab Kalbar 2016. Merespon kegiatan ini, Iwan mengirim surat yang pesannya untuk menegaskan kembali pentingnya kegiatan-kegiatan semacam ini.

“MAKRAB hanya satu riak kecil dari sebuah pergerakan, tapi bertatapan muka, berjabatan tangan dan saling mengenal adalah sebuah anugerah yang luar biasa, setidaknya kita semakin memahami: tak ada manusia yang tidak membutuhkan manusia lainnya.” Tulis Iwan yang juga dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung.

“Lalu, jika anda jadi Sarjana, apakah cukup dapat ucapan selamat dari dirimu sendiri???,….sebab gelar dan IPK juga kesuksesan itu sebenarnya menunjukan satu hal: individu berhasil berkolaborasi dengan indvidu lainnya entah dengan cara apa.” Sambungnya.

“Selamat Makrab Kawan-kawan Sekber. JC.Oevaang Oeray. Tanahmu dicuri dan dibagi-bagi, jadilah mahasiswa yang jiwanya hidup, bukan MATI.” Demikian kata Bang Iwan sembari menutup kalimat yang agak provokatif dan menggugah itu.**

Fornestor Mindaw

Sedang menempuh program S1 Sosiologi Bisnis dan Media di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Aktif di organisasi mahasiswa kedaerahan dan menjabat sebagai Ketua SEKBER PMKB J.C. Oevaang Oeray - DIY