Sejumlah Titik Api Muncul

Sejumlah Titik Api Muncul

  Senin, 15 Agustus 2016 09:45
DIPADAMKAN: Petugas gabungan sedang berjibaku memadamkan api di Dusun Moton Asam pada akhir pekan lalu. WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah dan jajaranya mesti meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akhir pekan lalu, sebuah lahan kosong di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur terbakar. Beruntung, berkat kesigapan petugas hingga titik api bisa dipadamkan.

 
“Kami tidak main-main dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah hukum Polres Mempawah. Setiap ada laporan yang masuk tentang karhutla diwilayah ini, akan kami respon dengan cepat bersama jajaran petugas lainnya. Seperti Kodim maupun Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD),” terang Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik.

Menurut Kapolres, penanganan karhutla tidak semata-mata aksi memadamkan titik api. Lebih dari itu, hal penting yakni memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negative membakar lahan dengan cara dibakar. Jika pemahaman itu sudah tertanam dengan baik, maka semakin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membakar lahan.

“Keterlibatan Bhabinkamtibmas untuk mensosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan sangat penting. Agar, tingkat pemahaman masyarakat semakin membaik nantinya. Kami pun senantiasa menghimbau masyarakat agar pro aktif melaporkan jika menemukan potensi karhutla dilingkungannya,” seru Kapolres.

Sementara itu, Dandim 1201/Mph, Win Nindar mengatakan pihaknya melakukan langkah antisipasi pencegahan karhutla dengan menyiagakan ratusan personil TNI. Meski titik api saat ini belum muncul di Kabupaten Mempawah, namun satgas karhutla tidak boleh lengah.

“Sekecil apapun kemunculan titik api di lahan kosong maupun hutan akan segera kita padamkan agar tak semakin meluas. Kami meminta masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari karhutla, karena ini merupakan tugas kita bersama,” pendapatnya.

Senada itu, Kepala BLHPBD Kabupaten Mempawah, Syahrizal mengaku pihaknya sudah menyiapkan personil dan peralatan pemadam kebakaran. Diantaranya mobil damkar, mobil rescue atau penyelamatan, sepeda motor patroli, serta mesin pemadam portable.

“Berdasarkan pantauan satelit, Mempawah memang masih bebas titik api. Hanya saja sempat terjadi kebakaran lahan di sejumlah titik. Satu diantaranya di Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh. Alhamdulillah, sudah berhasil dipadamkan oleh Polsek dan masyarakat setempat,” paparnya.

Syahrizal memprediksi, musim kemarau masih akan terjadi hingga Oktober mendatang. Untuk itu, pihaknya terus siaga dan memantau kemungkinan terjadinya karhutla di Kabupaten Mempawah.

“Disamping memantau dan memadamkan, kita juga melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar termasuk sanksi bagi pelaku pembakar,” tukasnya.

Pada Jumat (12/8) sore lalu, sebuah lahan kosong di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur terbakar. Ratusan petugas dari TNI, Polri dan BLHPBD merespon cepat kemunculan titik api itu dengan mengerahkan pasukan dan armadanya. Kurang dari satu jam berjibaku, api pun berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan itu.(wah)

Berita Terkait