Sejenak Santai di Pantai Pasir Pulau Tayan

Sejenak Santai di Pantai Pasir Pulau Tayan

  Jumat, 8 April 2016 09:36   1

Oleh: Sulaiman Pirawan

Di sepanjang Sungai Kapuas dari Pontianak sampai ke Kapuas Hulu, terdapat beberapa pulau. Diantaranya Pulau Limbung,Kabupatren Kubu Raya, Pulau Belungai, Pulau Cempedek (Kec.Tayan Hilir)  Pulau Belumba (Kec.Meliau) Kabupaten Sanggau. Dari semuanya itu hanya Pulau Tayan satu-satunya pulau yang memiliki pantai pasir dan pusat transaksi ekonomi di Kecamatan Tayam Hilir dan sekitarnya  berpenghuni   2.565 jiwa. .

Hamparan pantai pasir sejak puluhan tahun menjadi obyek wisata yang cukup menjanjikan. Keberadaannya yang natural sanggup memancing selera pengunjung dari berbagai daerah, meski pun kunjungan tidak seramai atau selengkap jika di bandingkan dengan Pantai Pasir Panjang di Singkawang misalnya. Ternyata diantara pengunjung ytang pernah menjejakkan kakinya ada yang mengaku dari mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, tahu akan pantai pasir tersebut, kabar dari mulut ke mulut. Sengaja datang  untuk membuktikan dan mengalih suasana berwisata (rombongan) naik kendaraan  bermotor roda empat menempuh jarak 112 kilometer melintas Jalan Trans Kalimantan yang berkelok-kelok. 

Tidak kurang 25 buah speed boat bodi panjang yang mangkal di pangkalan Desa Kawat, hilir mudik siap mengangkut calon penumpang sampai ke pantai pasir,  dan   menyetor Rp 2.500. Dari pekerjaan tersebut sebagai mata pencaharian, ujar Udin dan Asia, yang mengaku sudah 15 tahun melakoni jasa angkutan yang mesinnya minum premium itu. Kunjungan wisata ke pantai disiasati sejumlah pedagang menggerlarkan barang dagangannya, seperti minuman jagung bakar laris manis. Secara kasat mata pantai pasir tersebut memang tidaklah istimewa, tidak ada ombak yang berkejaran  merapat ke bibir pantai, sebagaimana obyek wisata pantai yang menghadap ke laut.

Mandi berlimbur, membuat gunung-gunungan pasir, berkejaran, main bola, main layangan sangat leluasa di sini. Di seberang sana terpantau base camp PT Antam dan perkampungan Desa Perdalaman, Dusun Tanjung, Desa Kawat. Pantai pasir ini masih meninggalkan kenangan manis juga, dimulai sekitar tahun 1963 ketika sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang komoditi karet bermarkas di Tayan. Sekitar 90 persen karyawan perusahaan tersebut  berasal dari Pulau Jawa. Nyaris setiap sore saat musim kemarau mereka berski air menggunakan speed boat terbang bermesin 200 HP, dari ujung ke ujung mengitari pulau Tayan, pantai pasir dijadikan sebagai pangkalan. Olahrasga ski air saat itu hanya bisa ditonton lewat teve seperti betapa indahnya pantai Honolulu dengan ski air yang memukau  BAegitu pula apa yang dilakukan karyawan perusahaan tersebut, meski tidak sehebat di Pantai Haonolulu Amerika Serikat, tetap menarik dan menakjubkan. Bukankah selama ini yang demikian itu belum pernah terjadi, ternyata tontonan ski air ada juga di Tayan. 

Ada juga diantara karyawan perusahaan tersebut berbaik hati, menawarkan warga untuk mencoba berski air, tetapi tidak seorang pun yang oke, karena imtuk berski air harus melalui proses latihan terlebih dahulu. Setelah perusahaan tersebut hengkang panorama ski air tidak ada lagi. Andaikan sekarang ada lagi ski air, dapat dipastikan kunjungan ke Pantai Pasir Tayan bakal semakin diminati.