Sejarah Bank Kalbar dalam Bingkai Buku

Sejarah Bank Kalbar dalam Bingkai Buku

  Selasa, 26 April 2016 09:24
RAMAH TAMAH: Jajaran direksi dan komisaris Bank Kalbar foto bersama usai pemotongan tumpeng dalam malam ramah tamah HUT ke-52 Bank Kalbar dan Launching Buku Sejarah Bank Kalbar di Pontianak Convention Center, Sabtu malam, 23 April 2016.

Malam Ramah Tamah Penutupan Rangkaian HUT ke-52

ACARA penutupan rangkaian HUT ke-52 Bank Kalbar digelar meriah, Sabtu malam (23/4), di Pontianak Convention Center. Kegiatan dihadiri mantan Direktur Utama Bank Kalbar periode 1989-1996 H Aspar SE, dewan komisaris, direksi, manajemen, mitra kerja, serta keluarga besar Bank Kalbar. Acara turut dihadiri YM Sultan Syarif Abu Bakar Alkadrie, pemangku Kesultanan Istana Kadariyah Pontianak.

Resepsi HUT ke-52 dan malam ramah tamah tahun ini digelar sangat spesial. Sebanyak 75 doorprize dipersiapkan panitia bagi seluruh undangan agar acara lebih semarak dan meriah, tentu saja semua tak terlepas dari partisipasi mitra kerja Bank Kalbar.

Dalam acara tersebut, sejarah Bank Kalbar dikemas dalam buku bertajuk tentang sejarah perjalanan panjang Bank Kalbar yang saat ini berusia lebih dari setengah abad. Buku tersebut mengisahkan bagaimana suka duka pendirian PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat oleh (alm) Drs H Nurdin, saat itu sebagai Direktur Utama dan (almh) Surtilah Unang Saleh Dono sebagai Direktur, pada 15 April 1964. Awalnya Bank Kalbar masih merupakan Perusahaan Daerah (PD) di era Gubernur Kalimantan Barat JC Oevaang Oeray. Pada awal pendirian jumlah modal awal dari Pemda Kalbar sebesar Rp20 juta.

Sedikit dikutip dari buku tersebut, adalah Danny Soelaiman. Ia salah satu pelaku sejarah Bank Kalbar. "Dulu Bank Kalbar kecil, tidak seperti sekarang sudah banyak gedung kantornya. Gedungnya pun tidak hanya di Pontianak, tapi sampai ke daerah-daerah. Dulu sama sekali kami tidak membayangkan bisa sebesar begini." Begitulah ungkapnya saat ditemui tim penulis buku Sejarah Bank Kalbar. Masih segar dalam ingatannya, “Nyata di depan mata saat 1964 itu, hanya ruangan kantor sederhana di bilangan Kantor Gubernur Jalan Sutan Syahrir yang terdiri dari empat meja tulis, satu meja buat mengetik, satu mesin ketik merk Royal, satu mesin hitung merk ADOX, satu Steel Cabinet, dan satu almari (lemari) besi.”

Bank Kalbar sejak diresmikan 15 April 1964 menggunakan ruang bekas kepala bagian Perekonomian Kantor Gubernur Kalbar yang saat itu berlokasi di bilangan Jalan Sultan Syahrir - Kota Baru. Namun saat ini, di usia ke-52 Bank Kalbar telah menjelma menjadi bank besar dan kuat, seiring perkembangan zaman yang semakin modern, serta berbasis teknologi informasi canggih. Bank Kalbar semakin siap melayani seluruh masyarakat Kalbar, mulai dari perkotaan hingga pelosok. Dengan eksistensi cemerlang, penghargaan-penghargaan pun selalu dicapai dengan hasil memuaskan. Sepanjang 2015, Bank Kalbar dinobatkan sebagai bank dengan predikat ‘Sangat Bagus’ selama 15 tahun berturut-turut (2000 - 2014) oleh majalah Infobank dan menerima ‘Platinum Trophy’.

Bank Kalbar siap berubah mengikuti perkembangan zaman, saat ini Bank Kalbar bersama BPD lainnya telah memulai program transformasi yang diusung Asbanda bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah dilaunching Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, 26 Juni 2015, di Istana Negara.

“Seluruh bank pembangunan daerah, termasuk Bank Kalbar harus melaksanakan program transformasi tersebut agar mencapai tujuan, menjadi bank berdaya saing tinggi dan kuat, serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan dapat menjadi kenyataan. Bank Kalbar siap menjadi bank kompetitif, kuat, dan kontributif,” ujar Sudirman HMY, Direktur Utama Bank Kalbar dalam sambutannya pada upacara peringatan HUT ke-52.

Semua keberhasilan tak lepas dari usaha dan kerja keras seluruh pegawai dan manajemen Bank Kalbar. Stakeholder dan shareholder pun berperan penting dalam kemajuan yang dicapai Bank Kalbar. Gubernur, Bupati, dan Wali Kota selaku pemegang saham, serta DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Kalbar juga tak henti-hentinya mendukung bisnis Bank Kalbar dari segala lini dan selalu mendukung penyertaan modal Bank Kalbar. Saat ini modal inti Bank Kalbar mencapai Rp1,768 triliun pada Maret 2016, sehingga sejak 2014 telah masuk dalam Bank BUKU 2. (*)

Narasi dan Foto:

Divisi Corporate Secretary Bank Kalbar

POTONG TUMPENG: Dirut Bank Kalbar, Sudirman HMY, memotong tumpeng dalam temu kangen HUT ke-52, bersama mantan dirut, Jamalludin Malik dan H Aspar (kiri); serta Soeroso dan Jamal Attamimi (kanan) di aula kantor pusat.

 

RAMAH TAMAH: H Aspar (tengah), bersama Sultan Pontianak YM Sultan Syarif Abu Bakar Alkadrie, dewan komisaris dan mitra kerja Bank Kalbar dalam malam ramah tamah.