Sehari Bisa Jual Satu Ton Kodok

Sehari Bisa Jual Satu Ton Kodok

  Rabu, 4 November 2015 08:38
POTENSI BISNIS : Potensi bisnis pakan kodok di Kota Pontianak sangat menjanjikan. Hendra, seorang agen kodok di Batulayang bahkan mampu menjual satu ton kodok setiap harinya. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Ikan arwana tak pernah kehabisan penghobi. Dari tahun ke tahun, ikan ini semakin banyak peminatnya. Hal ini merembet ke bisnis penjualan kodok. Binatang ampibi ini adalah makanan favorit ikan arwana. Kodok dipercaya bisa menjadi makanan terapi yang baik untuk membuat warna arwana lebih kuat dan cemerlang. Hampir semua kios penjual ikan hias menyediakan kodok untuk dijual.

Pemain partai besar masih sedikit jumlahnya di Pontianak. Salah satu pedagang besar kodok di kota ini adalah Hendra. Tempat usahanya di Kelurahan Batulayang, Siantan selalu ramai didatangi pedagang kodok eceran. Kodok-kodok itu sudah dikemasnya dalam bungkusan plastik yang siap jual, sehingga para pembelinya tidak repot-repot lagi.Hendra mengaku untuk keuntungan yang dia peroleh dalam usahanya tersebut tiap bulannya dia meraup keuntungan puluhan bahkan ratusan juta jika cuaca bagus dan pesanan kodok tidak menurun. “Bisa mencapai Rp 100 juta lebih perbulannya. Namun itukan belum lagi membayar teman-teman yang ikut membantu, ongkos transportasi yang kita gunakan saat menuju ke agen-agen, ya cukup alhamdulillah,” kata dia.

Potensi bisnis pakan kodok di Kota Pontianak cukup menjanjikan. Hal ini dirasakan oleh Hendra, salah seorang pengusaha pakan ikan yang ada di Pontianak. Bisnis kodok ini sudah digeluti Hendra kurang lebih 5 tahun. Dia mengaku setiap harinya bisa mendapatkan kodok dari jenis anakan hingga indukan kurang lebih 1 ton per harinya yang digunakan sebagai umpan ikan

. “Ratusan kilo bahkan kalau pas lagi banyak bisa mencapai satu ton lebih perharinya. Ini saya pasok dari Sambas dan daerah disekitar wilayah tersebut,” kata Hendra.Dikatakannya, kodok yang dia peroleh ini dia pasok ke agen-agen, yang mana kodok yang jumlahnya ratusan kilo tersebu dia bagi-bagi kembali untuk tiap bungkusnya. Untuk harga yang diberikan ke agen kategori anakan perkantongnya seharga Rp 6.000 - 8.000. Sementara untuk indukan sendiri perkilonya dia jual seharga Rp 12.000.Kata Hendra, dalam setiap bisnis tentu mengalami kendala. Begitu pula halnya dengan bisnisnya tersebut. Dimana dalam setiap produksi pakan yang peling berpengaruh adalah cuaca. “Terlebih saat musim kering, produksi kodok ini sangat menurun. Baru-baru ini khan kita baru saja melewati musim kering, sehingga penghasilan yang diperoleh pun merosot,” pungkasnya. (ars)

 

 

 

Berita Terkait