Segudang Kehebatan Putra SBY Jadi Penantang Ahok

Segudang Kehebatan Putra SBY Jadi Penantang Ahok

  Jumat, 23 September 2016 05:37
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) putra sulung SBY. FOTO Dani Triwayhudi/INdopos/JawaPos.com

Berita Terkait

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni memiliki slogan untuk menjadi pemimpin di Jakarta.

Menurutnya, empat partai yang tergabung dalam Koalisi Cikeas sudah sepakat dengan slogan 'Jakarta Untuk Rakyat Bukan Untuk Konglomerat'.

"Saya kira itu slogannya," ujar Romahurmuziy di Cikeas, Bogor, Jumat (23/9).

Sementara, di tempat yang sama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, pasangan Agus dan Sylviana adalah figur yang mumpuni untuk bersaing dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

"Mereka anak muda yang tangguh, wajah fresh yang memberikan harapan," katanya.

Anggota Komisi I DPR tersebut juga menambahkan, dia meminta kerja sama kepada masyarakat DKI untuk membantu memberikan suaranya ke pasangan tersebut dalam Pilgub DKI Jakarta nanti. "Mohon dukungannya. Jakarta untuk rakyat," pungkasnya.

Nama Mayor Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba mencuat disebut-sebut sebagai penantang Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta. Nama sang mayor dikabarkan disepakati dalam pertemuan koalisi Poros Tengah di kediamain SBY di Cikeas. 

Jika benar Agus didapuk sebagai penantang Ahok, bisa dipastikan Pilkad DKI Jakarta 2017 mendatang bakal berlangsung seru. Sebab, Agus bukanlah sosok yang bisa dianggap enteng. 

Banyak prestasi yang sudah diarihnya meski masih berusia muda. Pengabdiannya kepada negara juga tak bisa diremehkan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak lulus SMPN 5 Bandung, Agus masuk di SMA Taruna Nusantara di Magelang pada 1994. Saat menempuh pendidikan di sana bakat kepemimpinannya sudah muncul. Dia dipercaya sebagai Ketua OSIS. Bahkan, saat lulus pada 1997 dia mendapat predikat lulusan terbaik.

Dia lantas meneruskan pendidikannya di Akademi Militer. Di sana dia dipilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999. Nah, ketika lulus, dia pun menjadi yang terbaik dan meraih medali Adhi Makayasa pada Desember 2000.   

Lulus dari Lembah Tidar, ia lulus terbaik Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001. Terinspirasi jejak ayahnya, Agus pun bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Pengalaman di medan operasi juga tak diragukan. Pada tahun 2002, saat menjabat Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad Agus diberangkatkan ke Aceh untuk melakukan Operasi Pemulihan Keamanan.

Prinsip untuk terus belajar dan menimba ilmu mendorong dirinya untuk mengikuti pendidikan Master di Singapura pada tahun 2005. Ia pun lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak atas gelar Master Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of Intenational Studies, Nanyang Technological University

Agus juga mendapay kesempatan untuk mengikuti seleksi program master di Universitas Hardvard, Amerika Serikat.

Ketika perang 34 hari berkecamuk antara Israel dan Hezbollah di Lebanon Selatan pada medio 2006, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan pasukan perdamaian bila gencatan senjata terjadi. Ketika itu, 

Agus juga pernah diberangkatkan ke daerah konflik Lebanon sebagai bagian dari Kontingan Garuda XXIII-A pada November 2006.

Sebagai Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A, Agus bersama dengan para perwira lainnya berhasil memenangkan hati dan pikiran rakyat Lebanon melalui program smart car.

Seiring dengan bertambahnya pengalaman lapangan, Agus pun mendapat promosi sebagai Komandan Kompi (Danki) di Yonif Linud 305/Tengkorak pada tahun 2007. 

Kemampuan lapangan Agus diapresiasi Panglima Divif 1 Kotrad sebagai Danki terbaik di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad pada tahun 2008. 

Ia pun melengkapi keterampilan militernya dengan mengikuti Kursus Scuba Divers di TNI Angkatan Laut. 

Pada tahun yang sama, Agus mendapatkan banyak penugasan khusus, baik dalam mengikuti kursus Scuba Divers TYNI-AL di Kepulauan Seribu, 2008.

Nah, sejak Agustus 2015, Agus dipercaya sebagai Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning. Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning merupakan pasukan elite di Kodam Jaya yang berada di bawah Komando Brigif 1/Jaya Sakti, Kodam Jaya. (gun/mas/wiki)

 

Berikut jabatan yang pernah disandang Mayor Agus Harimurti Yudhoyono:

Pama Pussenif (2000)
Pama Kostrad (2001)
Pama Divif 1 Kostrad (2002)
Danton III/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2002)
Danton II/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2003)
Pasi 2/Ops Yonif Linud 305/Tengkorak (2004)
Dankipan C Yonif Linud 305/Tengkorak (2005)
Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006)
Pama Mabes TNI (2008)
Ps. Kasi Amerika Kemhan RI (2008)
Pama Ditjen Strahan Kemhan (2009)
Pamen Mabes TNI/Suslapa (USA) (2010)
Kasi 2/Ops Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (2011)
Pamen Mabes TNI (2013)
Kasubbag Kerja sama Dalam Negeri Universitas Pertahanan (2014)
Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko LN) (2014)
Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning (2015)

Sumber wikipedia

(cr2/JPG).

 

Berita Terkait