Segerakan Bangun SMK di Perbatasan

Segerakan Bangun SMK di Perbatasan

  Kamis, 29 September 2016 09:30
KOTA BADAU: Suasana Kota Badau sebagai beranda terdepan Indonesia di Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kelak di sana akan dibangun SMK, sehingga akan menambah fasilitas pendidikan mumpuni di perbatasan. JURAIJBWZ.BLOGSPOT.CO.ID

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Rencana pemerintah daerah (Pemda) akan mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) di daerah perbatasan negara Indonesia-Malaysia di wilayah Kecamatan Badau, didukung penuh warga perbatasan. Pasalnya sejumlah pihak beranggapan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai melalui SMK dinilai sangat tepat, terlebih menghadapi era perdagangan bebas (MEA).

 
“Membangun SMK di perbatasan sudah sangat tepat. Terlebih sarana dan prasarana pendidikan di negara tetangga sudah jauh lebih baik,” terang Suriadi, warga Kecamatan Badau. Dikatakan dia, selama ini warga perbatasan yang ingin menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah kejuruan harus ke luar daerah. Mereka, menurut dia, sampai harus ke Putussibau, Sintang, bahkan Kota Pontianak, hingga negara tetangga.

Hanya saja, kata Suriadi, pendirian SMK di perbatasan harus disertai dengan pemenuhan sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar yang memadai. Karena, dia yakin, tanpa komitmen itu, sekolah kejuaran ini akan terbangun sia-sia. Menurut dia, anak-anak di perbatasan yang ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas tetap harus keluar. Demikian juga, kata dia, bagi yang memiliki kerabat atau keluarga di Malaysia.

“Rencana pendirian SMK di perbatasan tentu kabar gembira bagi anak-anak perbatasan,” ungkap Suriadi. Dengan adanya sekolah kejuruan, anak-anak di perbatasan negara ini, menurut dia, tak perlu ke luar daerah. Yang lebih penting, menurut dia, mereka ini memiliki keterampilan sesuai jurusannya. Selain itu, dia juga yakin anak-anak perbatasan tersebut kelak tak tertinggal dari saudara-sudara mereka di negara tetangga yang pendidikannya sudah jauh lebih maju.

Sebelumnya, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, mengatakan bahwa pemerintah akan mendirikan SMK di Badau, Kecamatan Badau. Karena, tak dipungkiri dia jika selama ini para orang tua atau siswa selalu berpikir setelah tamat sekolah atau kuliah tujuan utamanya untuk menjadi pegawai negeri. Padahal, menurut dia, peluang pekerjaan lain sangat banyak dan memerlukan keterampilan khusus, sehingga SMK dinilai sangat cocok.

Menurut Kusnadi, perkembangan SMK di Kapuas Hulu sangat baik, fasilitas cukup memadai, bahkan fasilitas komputernya pernah digunakan dalam seleksi tes penerimaan CPNS. Hanya saja, dia berharap agar ke depan tinggal bagaimana lagi pembenahannya. Harapan dia agar keterampilan lulusan SMK menjadi siap pakai dan siap kerja susuai keterampilannya. “Masih perlu pembenahan untuk keterampilan lulusan,” ucapnya.

Untuk SMK di perbatasan, terang Kusnadi,  rencananya akan dibuka tahun depan. Sementara untuk fasilitas pendidikan, menurut dia, akan disiapkan langsung oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk jurusan yang akan dibuka, dikatakan dia, akan disesuaikan dengan potensi daerah. Dia memisalkan seperti jurusan teknologi pengolahan hasil pertanian, perikanan,  dan perkebunan untuk mendukung PDD Politeknik yang ada di Putussibau.(aan)

 

Berita Terkait