Segera Tangani Sampah Sisa Sail

Segera Tangani Sampah Sisa Sail

  Kamis, 20 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SUKADANA – Usai Perhelatan Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Sukadana, 15 Juni lalu, menyisakan kesibukan para pekerja yang membongkar panggung, tenda, dan sisa-sisa acara. Di sisi lain, untuk sampah sisa dari bungkus makanan dan minuman serta lainnya masih terlihat berserakan di sekitar pantai.

Mengenai masih banyaknya sampah berserakan tersebut, sangat disayangkan sejumlah warga. Jika tak tertangani segera, bukan mustahil tumpukan sampah akan berbaur dengan sampah baru pengunjung yang akan datang setelah ini. Salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Kayong Utara, Abdul Rani, menyarankan agar penanganan sampah di kawasan Pantai Pulau Datok dapat ditindak dengan cepat. Karena, menurut dia, tidak menutup kemungkinan para pengunjung akan kembali membeludak pada Minggu mendatang.

“Saran saya hanya sebatas segeralah dapat ditindaklanjuti untuk sampah-sampah yang masih terlihat berserakan di pantai. Kalau untuk para pedagang, sebaiknya dapat kembali diingatkan, agar dapat bersama-sama dalam menjaga kebersihan lingungan. Hal tersebut tentunya untuk kebaikan kita bersama,” kata dia. Dia berharap agar bagaimana nantinya para pengunjung dapat merasa lebih nyaman saat kembali berwisata ke pantai indah di Kota Sukadana tersebut.

Hal senada juga diungkapkanw arga Sukadana lainnya, Hermansyah. Dia menilai, sampah dari sisa bugkus makanan, minuman, maupun yang lainnya dapat ditindaklanjuti dengan serius, agar tidak semakin berlarut lama. “Saat ini kan masih terasa susana Sail Selat Karimata. Saya yakin para pengunjung akan kembali berdatangan. Untuk itu saya menyarankan agar permasalahan ini dapat segera diselesaikam dan tidak berlarut lama,” ajaknya.

Bahkan, mengenai hal ini, dirinya menyarankan agar segera diterbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kayong Utara, terkait kebersihan lingkungan di kabupaten ini. Tujuannya, diharapkan dia, supaya aturan dalam menjaga kebersihan dapat tertuang dengan jelas, termasuk sanksi yang mengatur. Kalau sudah ada, menurut dia, bisa saja peraturan tersebut dipasang di sekitar pantai, pasar, maupun lokasi lainnya. 

“Jika kita sudah ada perdanya mengenai kebersihan lingkungan, mungkin dapat meminimalisir tumpukan-tumpukan sampah di lingkungan kita,” kata dia. Dia yakin, jika sudah memiliki Perda mengenai sampah, kemudian ada yang melanggar, secara otomatis bisa saja ditindak sesuai sanksi yang berlaku. “Sedangkan kita juga sudah ada tempat pembuangan sampah yang telah disediakan oleh dinas terkait,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait