Seekor Kukang Sesat Diamankan di Dusun Nelayan , Ditangkap Tengah Malam oleh Anggota Sispala

Seekor Kukang Sesat Diamankan di Dusun Nelayan , Ditangkap Tengah Malam oleh Anggota Sispala

  Sabtu, 2 January 2016 09:02
KUKANG: Seekor kukang berhasil diselamatkan diambang kepunahan oleh warga. ISTIMEWA

Berita Terkait

Satwa yang memiliki nama latin Nycticebus menagensis atau kukang berjenis kelamin betina ini berhasil diselamatkan dari ancaman kepunahan yang berhasil diselamatkan oleh warga, saat masuk ke pemukiman di di Dusun Nelayan, Desa Alur Bandung Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Danang Prasetyo, Kayong Utara

 
MALAM baru saja masuk. Sekira pukul 20.00, Dedi, salah satu anggota Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMAN 1 Teluk Batang, Kayong Utara sedang berjalan. Di hadapannya, dia melihat binatang yang melompat-lompat. Namun setelah di dekati, adalah seekor kukang. Hewan primata yang diambang kepunahan, dan layak dilindungi. Sebagai anggota Sispala tentu dia hafal hewan mana saja yang dilindungi. Terutama di daerahnya. Bersama masyarakat yang juga ikut melihat, ia kemudian menangkapnya dan menyeragkannya kepada Kepala Desa Alur Bandung.

“Saat itu, kami tahu bahwa kukang merupakan primata dilindungi. Karenanya, usai ditangkap langsung menyerahkan kepada Kepala Desa setempat,” terang Dedi anggota Sispala itu. Menurut Dedi (17) kejadian ini yang sangat langka, ada Kukang yang masuk kepemukiman warga, kemungkinan hewan ini sedang mencari makan dan tersesat di sini. Dia dan masyarakat berkeyakinan kalau kukang ini sesat akibat habitatnya yang terbakar beberapa waktu lalu. Dia pun memberikan informasi kepada  Biak OU (Biak Orang Utan), salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang konsen akan kelestarian hewan yang dilindungi, tentang keberadaan Kukang yang berada di tempat mereka.

Salah seorang anggota Biak OU Rizal(23) menerangkan, setelah melakukan komunikasi kepada Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di Kabupaten Ketapang, akhirnya kukang ini dievakuasi untuk sementara waktu ke tempat Biak OU, dikarenakan masih hari libur. Proses evakuasi, sambung Rizal memerlukan waktu cukup lama untuk  memindahkan Kukang dari kandang ke kandang, hal ini sebabkan tangan dan kaki Kukang cukup kuat memegang jaring jaring kandang, serta ditambah pengalaman dan pengetahuan yang minim dalam menyelamatkan satwa yang satu ini.

“Kami mengalami kesulitan saat akan memindahkan Kukang tersebut ke kandang sementara,  dengan peralatan seadanya, akhirnya kami berhasil membawa Kukang ketempat kami,”kisahnya.
Rizal menambahkan rencananya Kukang ini akan dirawat sementara waktu sampai menunggu kantor BKSDA beraktivitas. “Untuk hari sabtu dan minggu kantor BKSDA tidak buka, makanya kita akan rawat untuk sementara dan melakukan penyerahan pada hari Senin(28/12) kemarin,” ucapnya.  Biak OU yang berjumlah  tiga orang membawa Kukang ke Kantor BKSDA Ketapang  dengan menggunakan motor.

Sempat beberapa kali mengalami insiden, karena Kukang  mencoba keluar dari kandang, namun pada akhirnya  berhasil dibawa ke kantor BKSDA. Ditambahkannya,  saat tiba di kantor BKSDA, Biak OU langsung menyerahkan Kukang tersebut, serta mengisi berita acara penyerahan satwa. Selanjutnya, bersama staf BKSDA menuju kantor Yayasan Internasional Animal Rescue Indonesia (Yayasan IAR Indonesia/YIARI), pusat penyelamatan dan rehabillitasi Primata yang berada di Kabupaten Ketapang. Saat tiba di YIARI Kukang langsung dicek kesehatannya yang ternyata dalam kondisi cukup baik. “Setelah itu Kukang langsung direhabilitasi dan kemungkinan besar akan dilepasliarkan kembali pada tanggal 10 Januari 2016 mengingat Kukang yang dibawa merupakan Kukang yang masih liar,” terangnya. (*)

 

Berita Terkait