Seekor Capai Rp1 Juta, Tergantung Warna dan Corak

Seekor Capai Rp1 Juta, Tergantung Warna dan Corak

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30
TIGER FISH: Ikan Ringau (tiger fish) kini sedang naik daun dan popular bagi pehobi ikan hias. Belum setara Arwana, namun ikan ini harganya meningkat disesuaikan dengan warna besarnya ikan.

Berita Terkait

Keringnya air danau di daerah Kapuas Hulu berdampak langsung pada berlimpahnya hasil tangkapan nelayan tradisional di daerah ini. Apalagi si ikan Ringau yang kini jadi primadona penangkap ikan. Ikan hias dan konsumsi ini dari sisi ekonomi ternyata cukup menggiurkan.

 

 

Mustaan, Selimbau Kapuas Hulu

 

 

BAHKAN masyarakat di Kecamatan Selimbau yang tinggal di daerah Batang Tawang saat ini tengah panen ikan Ringau. Satu ekor ikan Ringau dengan ukuran tertentu dijual dengan harga, Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta atau tergantung garis dan warna.

Selain ikan ringau, warga lainnya yang tinggal di danau-danau di kecamatan Selimbau juga tengah panen berbagai jenis ikan kosumsi. Yang biasa digunakan untuk berbagai jenis olahan ikan, seperti ikan asin dan kerupuk serta salai.

“Saat ini masyarakat yang tinggal di daerah danau tengah panen ikan. Ekonomi masyarakat membaik saat kemarau ini,” terang Bagong Camat Selimbau, Senin (29/8).

Dikatakan Bagong, ikan yang sangat popuper dikalangan nelayan adalah ikan ringau, satu ekor ikan ringau sebesar telunjuk jari dengan garis diatas tujuh garis, dihargai Rp 700 ribu per ekor. Bahkan jika ikan ringau dengan warna dan garis yang lebih menarik dihargai Rp 1 juta per ekor. Informasinya, ikan ringau tersebut digunakan sebagai ikan hias dan diikutkan kontes, baik di dalam maupun diluar negeri.

 “Permintaan ikan ringau sangat tinggi. Sementara ikan ringau disaat Batang Tawang kering, sangat banyak dan mudah didapat,” terang mantan Sekcam Boyan Tanjung ini. Dikatakannya, tangkapan ikan Ringau berlimpah hanya ada di Batang Tawang. Sementara, untuk daerah danau lainnya hanya ikan kosumsi. Kendati tidak bernilai tinggi, ikan kosumsi cukup mengangkat ekonomi masyarakatnya.

Bagong mengatakan, secara umum kehidupan masyarakat danau di kecamatan Selimbau pada saat musim kemarau lebih baik. Baik bagi masyarakat di daerah tawang maupun danau.

“Kalau di Tawang itukan yang mengangkat ekonomi masyarakat ikan ringau. Ikan kosumsi juga banyak disana,” kata dia.

Berlimpahnya hasil tangkapan nelayan, juga berdampak pada turunnya harga ikan-ikan kosumsi.

 “Harga ikan ditingkat nelayan memang anjlok, tetapi tetap dikerjakan oleh masyarakat. Kalau untuk ikan asin bisa disimpan lama,” jelasnya. Anjloknya harga ikan di danau, ternyata berbanding terbalik dengan harga ikan di pasar ikan kota Putussibau. Berbagai jenis ikan kosumsi yang dijual oleh para pedagang pasar masih tinggi, dikisaran Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu atau tergantung jenis ikan.(*)

Berita Terkait