Sedekahkan Buku untuk Taman Baca

Sedekahkan Buku untuk Taman Baca

  Senin, 6 November 2017 10:00
GRATIS : Sejumlah anak-anak yang berkunjung di Kalbar Book Fair 2017 memanfaatkan lapak baca gratis dari Komunitas Kalbar Membaca. Marsita/Pontianak Post

Berita Terkait

Dari Kalbar Book Fair 2017

Sejumlah pengunjung Kalbar Book Fair 2017 memasukkan satu hingga beberapa buku di kotak sedekah buku. Program ini diinisiasi Komunitas Kalbar Membaca yang aktif menggerakan budaya literasi di Kalbar. Untuk apa bukunya?

Marsita Riandini, Pontianak

Mendekati akhir, pengunjung Kalbar Book Fair 2017 semakin banyak. Tak hanya orang dewasa saja, tetapi banyak anak-anak meramaikan lapak-lapak buku yang tersedia. Semua asyik dengan pilihan masing-masing. Rabat buku mulai dari lima ribu rupiah, konser hingga bedah buku menjadi warna-warni gebyar sekali setahun ini. Buku-buku penulis lokal juga turut meramaikan acara ini. 

Suasana berbeda terdapat di lapak baca yang diinisiasi Komunitas Kalbar Membaca. Berbeda dari lapak lainnya, karena komunitas ini menyediakan bahan bacaan untuk anak-anak hingga dewasa yang bisa dibaca secara gratis di lapak itu.  Konsepnya terbilang sederhana. Hanya menggelar alas bewarna putih sebagai tempat duduknya, pengunjung bisa menikmati lembaran demi lembaran buku yang dibacanya. “Ini untuk menarik minat baca anak-anak,” ujar Varly Pay Sandi, ketua Komunitas Membaca Kalbar. 

Banyak anak-anak yang berusia enam hingga 12 tahun mampir ke lapak baca ini. Mereka asyik mencari dan memilah buku-buku yang ingin mereka baca. Banyak koleksi buku yang memang sesuai untuk usia mereka. 

Selain menyajikan buku untuk dibaca secara gratis, komunitas ini juga menyediakan satu kotak khusus yang bertuliskan “Sedekahkan buku anda untuk taman baca”. Hasil dari buku-buku tersebut akan diberdayakan pada taman baca. Tujuannya agar bisa menyasar lebih banyak lagi anak-anak muda untuk gemar membaca. 

Dari pantauan Pontianak Post, pada Minggu ( 5/11), sedikitnya belasan buku sudah terkumpul di dalam kotak. Beragam buku yang didonasikan. Bahkan ada pula yang sengaja membeli buku di stan pameran, kemudian didonasikan untuk taman baca melalui Komunitas Kalbar Membaca ini. 

Komunitas Kalbar Membaca dibentuk tahun 2016 oleh Pay dan kawan-kawan. Mereka Kalbar membaca lebih banyak bergerak di daerah, seperti di Mempawah, Sanggau, Kubu Raya, Landak dan Sekadau. Tak hanya itu saja, diskusi literasi rutin diadakan, mulai dari obrolan santai tentang literasi, hingga bedah buku di warung kopi. 

Ada dua pencapaian yang ingin komunitas ini realisasikan, diantaranya terbentuknya komunitas baca dan menulis di daerah atau di sekolah yang mereka kunjungi dan menerbitkan karya tulis. “Dalam waktu dekat Kalbar membaca akan ada cabang, di Sintang dan Sekadau,” kata Pay. 

Umumnya, ketika berkunjung ke daerah-daerah yang menjadi sasaran dari Kalbar Membaca adalah sekolah-sekolah. Mereka menjalin kerjasama dengan pihak sekolah. Tulisan dari siswa-siswi tersebut dibukukan. Buku-buku yang sudah diterbitkan, akan diserahkan kepada pihak sekolah untuk disebarkan. “Terserah mereka mau jual atau sekadar bagikan ke siswanya. Kalau di jual, uangnya buat komunitas mereka yang sudah terbentuk,” ulas dia. **

Berita Terkait