Sebulan lagi Diresmikan Jokowi, Menteri Perindustrian Kunjungi WHW

Sebulan lagi Diresmikan Jokowi, Menteri Perindustrian Kunjungi WHW

  Sabtu, 23 April 2016 14:01
KUNJUNGAN MENTERI: Menteri Perindustri RI Saleh Husin SE MSi dan Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH mengunjungi PT WHW Kendawangan, 21 April lalu.

Berita Terkait

KENDAWANGAN – Demi persiapan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo, 21 Mei mendatang, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang pun berbenah. Menjelang agenda peresmian  PT Well Harverst Winning  (WHW) Alumina Revenery Site Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, sejumlah petinggi negeri ini pun harus bolak-balik dari Jakarta ke Ketapang.

Jika awal April 2016, Pemkab menyambut kedatangan BKPM RI dan Gubernur, kembali giliran Menteri Perindustrian (Menperin) RI Saleh Husin SE MSi mengunjungi pabrik alumina terbesar ketiga se-Asia di Dusun Sungai Tengar tersebut. Kunjungan Menperin ini tidak lain melihat langsung kesiapan PT WHW menyambut orang nomor satu di Indonesia. Dalam kunjungan Menperin tersebut, hadir juga Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH bersama Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S selaku Ketua Panitia Penyambutan Presiden RI. Kedatangan rombongan langsung diterima Wakil Direktur PT WHW AR Ronald Sulistyanto dan Mr Li Yu Yong, manajer Pabrik WHW.
Menperin bersama Gubernur dan rombongan melihat langsung proses produksi alumina pada pabrik smalter PT WHW AR site Sungai Tengar Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan. Menperin menyambut baik perkembangan investasi untuk PT WHW. Dengan investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.
Wakil Direktur (Wadir) PT WHW AR Ronald Sulistyanto menjelaskan pembangunan pabrik WHW yang dimulai sejak 2013, meliputi lima kategori pembangunan. Lima kategori dimaksud, dipaparkan dia, yaitu alumina revenery, power plant, red mud, serta living quarter dan jetty untuk periode Juli sampai Maret 2016, alumina revenery sudah mencapai 99 persen, dengan line satu kapasitas produksi 1 juta SGA.
Sedangkan untuk power plant 95 persen 80 MW untuk kapasitas produksi 1 juta SGA, red mud sudah 100 persen, dengan luasan 160 hektare (Ha) masa pakai 15 tahun bagi produksi SGA 2 juta ton pertahun. Untuk living quarter atau perumahan karyawan lengkap dengan fasilitasnya sudah 85 persen, serta Jetty sudah 90 persen untuk kapasitas produksi 2 juta SGA dan rencana produksi awal, dengan output 2 juta ton yang nilai investasinya USD1,2 miliar. “Bahan dasar material dari alumina ini adalah bauksit yang dulunya diekspor langsung bahan mentah namun dengan smelter ini diproses menjadi metallurgical grade bauxite (MGB) selanjutnya akan menjadi smelter grade alumina (SGA),” jelas Ronald di depan Menperin dan Gubernur.
Berdasarkan data hasil eksplorasi IUP Harita Group per-Desember 2013, disebutkan dia jika total cadangan bauksit untuk suplai PT WHW sebesar 828 juta ton. Sedangkan total kebutuhan MGB untuk 28 tahun, diakui dia, sebesar 153 juta ton, di mana artinya over supply 675 juta ton. Di samping itu dikatakanya bahwa WHW juga telah melakukan program alih teknologi bagi 125 orang pemuda-pemudi Indonesia ke Tiongkok, dengan mengirim untuk tahap pertama  terdiri 44 peserta, yakni 40 pria dan 4 wanita. Mereka ini, menurut dia, belajar bahasa selama 4 bulan dan 6 bulan magang di Tiongkok. Sedangkan untuk tahap kedua, dia menambahkan, hanya 81 peserta terdiri 77 pria dan 4 wanita, untuk belajar bahasa selama empat bulan dan magang enam  bulan di Negeri Tirai Bambu. (ser)

 

Berita Terkait