Seberapa Maju Pergerakan Perempuan

Seberapa Maju Pergerakan Perempuan

  Rabu, 13 December 2017 10:00
SAMBUTAN: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Yohana S Yembise di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, Selasa (12/12). HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid berharap agar momentum Hari Ibu dijadikan refleksi dan renungan tentang berbagai usaha  yang telah dilakukan, dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan. Pesan tersebut disampaikan Bupati saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Yohana S Yembise, dalam acara peringatan Hari Ibu ke-89.

“Perjalanan panjang selama 89 tahun telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki, dalam menghadapi berbagai tantangan global dan multidimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender Indonesia,” jelas Hildi dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, Selasa (12/12).

Hildi menambahkan, peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuagan kaum perempuan Indonesia. Mereka, menurut dia, telah berjuang  bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur sebagaimana dideklasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928,” jelas Bupati.

Peringatan Hari Ibu juga menunjukan perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah menempuh proses yang sangat panjang, dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki. Apalagi, dia menambahkan bahwa keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.

“Dalam pembangunan  juga menjadi bagian yang penting dalam rangka  penghapusan segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan lainnya, serta berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa,” sambungnya.

Bupati dua periode ini menambahkan, mengenai maraknya persoalan bagsa dan kompleksitas masalah-masalah sosial yan terjadi di masyarakat seperti kekerasan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pornografi, infeksi menular seksual dan HIV/AIDS narkoba, kriminalitas, dan lainnya disebabkan runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga.

“Oleh karena itu peran keluarga dituntut lebih diperkuat, dibarengi dengan penanaman nilai-nilai kekeluargaaan yang apabila dicermati telah diwariskan oleh para leluhur kita sejak dulu kala,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait