Sebawi Pasang Target Seminggu , Penyesuaian NJOP

Sebawi Pasang Target Seminggu , Penyesuaian NJOP

  Senin, 30 November 2015 10:20
BERBINCANG: Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi saat berbincang hangat dengan para ketua RT se-Kecamatan Sebawi, saat menghadiri sosialisasi penyesuaian NJOP di kecamatan tersebut, kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SEBAWI – Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi berharap agar Kecamatan Sebawi bisa menyelesaikan pendataan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesegera mungkin. Juliarti bahkan menargetkan agar formulir yang harus diisi perangkat desa, terutama para ketua rukun tetangga (RT) se-Kecamatan Sebawi, terkumpul ke Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sambas dalam waktu seminggu. 

Dia mengarahkan agar pengisian pendataan tersebut benar-benar dilakukan para RT sebaik-baik mungkin, sehingga didapati data riil lapangan yang valid dan akurat. “Penyesuaian NJOP ini sebagai bentuk mewujudkan tertib administrasi di bidang pertanahan, sehingga informasi nilai jual tanah di Kabupaten Sambas dapat diketahui dengan cepat," ujar dia saat memberikan pengarahan pada Sosialisasi Penyesuaian NJOP Kecamatan Sebawi di Gedung Serbaguna Sebawi, belum lama ini. 

Penyesuaian ini, kata Bupati, setelah dilakukan kajian oleh dinas terkait, dalam memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Sosialisasi penyesuaian seperti itu, diakui dia, memang sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang langkah pemerintah daerah, dalam menggali potensi penerimaan daerah itu. 

"Penyesuaian NJOP PBB tentunya akan berdampak secara signifikan terhadap penerimaan daerah, serta berdampak pada besarnya dana bagi hasil yang diterima desa, yang salah satu pembagiannya berdasarkan besar kecilnya penerimaan pajak dan retribusi daerah di masing-masing desa," papar dia. Dengan kata lain, Bupati mengibaratkan dengan semakin besar penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di suatu desa, dana bagi hasil yang diterima desa pun akan semakin besar. Diingatkan Juliarti, penggunaan dana bagi hasil itu demi kepentingan masyarakat. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sambas melalui Kepala Bidang Restribusi, Alfian, mengatakan pemerintah daerah (Pemda) telah mengantisipasi dampak dari penyesuaian tersebut, yaitu terhadap besarnya pajak terhutang PBB masing-masing wajib pajak. Masyarakat pun diminta dia agar tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. "Guna menghindari kenaikan besarnya pajak terutang di PBB, Pemda akan memberikan keringatan berupa stimulus sebagai faktor pengurang selain NJOP Tidak Kena Pajak, yang besarnya akan dikaji tim yang akan dibentuk Bupati Sambas, sehingga besarnya PBB yang terutang tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi,” jelasnya. (har)