Sebar Postingan Diduga Hina OSO, Ketua BPD Hipmi Kalbar Dipolisikan

Sebar Postingan Diduga Hina OSO, Ketua BPD Hipmi Kalbar Dipolisikan

  Sabtu, 21 Oktober 2017 12:06

Berita Terkait

PONTIANAK - Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Kalimantan Barat, Nedy Achmad dilaporkan ke Polda Kabar. Ia duga menyebarkan posting-an di media sosial berisi ujaran kebencian terhadap Ketua DPD RI, Osman Sapta Odang.

Ketua Laskar Muda Hanura (Lasmura) Kalbar, Amiruddin membenarkan jika organisasi sayap kanan Partai Hanura telah resmi mengadukan Ketua Umum BPD Hipmi Kalbar ke Ditkrimsus Polda Kalbar. “Benar, kami kemarin malam telah melaporkan Nedy Achmad ke Polda Kalbar. Dia ikut menyebarkan berita hoax,” kata Amiruddin, Jumat (20/10).

Amiruddin menyatakan, posting-an di media sosial yang disebar Nedy itu mengandung unsur kebencian kepada salah satu tokoh Kalbar. Terlebih seperti yang diketahui Oso merupakan lambang negara karena saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. “Kami tentu tidak terima dengan postingan itu, karena jelas isi postingan yang
disebar bertuliskan penghinaan, kebencian dan berita yang disebar juga tidak jelas,” ucapnya.

Amiruddin menuturkan, sebelum melaporkan yang bersangkutan, ia telah menghubunginya untuk menanyakan kebenaran posting-an yang disebar itu. “Dua hari yang lalu saya menguhubunginya. Saya menanyakan, apakah benar posting-an itu dia yang menyebarkannya? Yang bersangkutan menjawab memang benar kalau dialah yang menyebarkan,” katanya.

Dia menilai dampak dari postingan itu adalah akan muncul sikap saling membenci terhadap sesama, apalagi yang disebar adalah berita pejabat negara. “Bayangkan, dalam posting-an itu ditulis grombolan IQ satu digit, dengan foto Oso dan Ketua DPR RI, Setya Novanto. Ini kan jelas sudah menghina lambang negara,” sambungnya.

Amirudin berharap kepada penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penyebar kebencian. Karena tindakannya telah membahayakan pola pikir masyarakat, dan jika dibiarkan akan berakibat fatal kepada pelapor sendiri.

Pelapor sekaligus Sekretaris Lasmura Kalbar, Mario Ginarto mengatakan sejak dilaporkan kemarin, pihaknya sudah mendapat informasi dari kepolisian, jika pengaduan yang dibuat kemarin malam telah masuk pada tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Ada empat saksi yang sudah diperiksa,” kata Mario.

Barang bukti yang diserahkan kepada kepolisian adalah print out posting-an Nedy Achmad yang berisi ujaran kebencian. “Jadi saat ini, kami tinggal menunggu perkembangan dari kepolisian. Mungkin setelah saksi-saksi diperiksa, selanjutnya terlapor yang akan diperiksa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Hipmi Kalbar, Nedy Achmad saat dikonfirmasi mengatakan sudah mengklarifikasi soal tuduhan menyebar ujaran kebencian itu. “Saya sudah klarifikasi tuduhan  itu di facebook.Pernyataan saya lengkap di sana silakan cek,” katanya.

Dalam akunnya, Nedy Achmad membenarkan jika dirinya menyebarkan tulisan
tim sukses Anis-Sandi bernama Zeng Wei Jian ke laman facebooknya. Tulisan tersebut berjudul Gerombolan IQ I Digit dan memberikan ulasan ringkas tentang pelaksanaan pelantikan gubernur baru.

Dalam klarifikasinya, Nedy menyatakan bahwa secara pribadi ia melihat isi posting-an Zeng Wei Jian adalah standar dan khas timses Anies Sandi. Ulasannya juga ringkas dan lugas sebagai orang yang bersimpati dengan Anies Sandi dalam proses pemenangan pilkada di Jakarta yang lalu. “Saya beranggapan posting-an Zeng Wei Jian ini bisa saya share ke rekan-rekan di FB karena ulasannya cukup menarik dari sisi yang jarang diangkat orang,” kata Nedy dalam posting-annya.

Ia pun menyatakan penyebaran atas artikel tersebut menjadi masalah saat dirinya dihubungi beberapa teman pada , Rabu, 18 Oktober 2017 dan menunjukkan capture atas artikel yang disebarnya. Dalam capture tersebut, tertulis judul GEROMBOLAN IQ 1 DIGIT dan di bawahnya terpajang foto OSO dan pejabat negara lainnya, tanpa ada artikel
apapun yang menjelaskan isi judul terkait.

“Ini tentu memberikan makna lain yang sangat negatif dan membuat siapapun yang melihat capture sharing FB tersebut bisa langsung beranggapan bahwa judul yang ada mengacu pada foto yang berada di bawahnya, dimana ada para pejabat negara sedang berdiri,” ucapnya.

Nedy mengaku sejak menyebarkan posting-an itu, ia dibanjiri telepon dan
pesan Whatsapp yang menanyakan apakah benar posting-an tersebut darinya. Dan selama beberapa waktu kemarin, ia berulang kali mem-posting tulisan penuh dari artikel agar tidak menjadi berita fitnah kepadanya.

“Saya juga sudah menjelaskan langsung kepada sahabat saya Raja Sapta Oktohari terkait hal ini termasuk meminta maaf seandainya telah menyinggung perasaan beliau,” sambungnya.

Dalam posting-an yang diterbitkan  itu ada tujuh poin klarifikasi yang disampaikan Nedy. Satu di antaranya adalah permohonan maaf kepada keluarga besar  OSO serta pihak-pihak lainnya yang peduli dengan masalah ini. Ia menyatakan tidak pernah terlintas di hati dan
pikirannya untuk melakukan tindakan yang bertujuan tidak menghormati atau untuk menjatuhkan nama baik OSO.

“Bagi saya, OSO adalah figur senior di HIPMI yang sangat kami banggakan, tokoh masyarakat Kalbar yang banyak berjuang untuk daerahnya di tingkat nasional, serta juga merupakan orang tua dari sahabat saya Okto, yang merupakan tempat saya bertanya dan berdiskusi soal organisasi dan bisnis,” jelas Nedy dalam postingan itu. (adg)

Berita Terkait