Sean Pemanasan di 2016 European Le Mans Series

Sean Pemanasan di 2016 European Le Mans Series

  Minggu, 10 April 2016 10:16
Sean Gelael

JAKARTA – Jelang musim balap GP2, pembalap muda Indonesia, Sean Gelael akan menjajal event European Le Mans Series 2016. Ajang yang akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris 16 April nanti memang menitikberatkan pada ketahanan pembalap dalam empat jam balapan. 

Sean nanti tidak sendiri, dia akan bersama dua pembalap lainnya, Mitch Evans dan Antonio Giovinazzi yang akan turun dengan tim SMP Racing asal Rusia di kelas LMP2. Ajang kali ini sekaligus menjadi persiapan lanjutan sebelum mereka kembali ke markas Jagonya Ayam Campos Racing di Spanyol untuk seri pembuka GP2 14 Mei mendatang di Barcelona Spanyol.

Team Principal Jagonya Ayam Campos Racing, Ricardo Gelael mengungkapkan bahwa dirinya menganggap langkah tersebut cukup bijak untuk mendongkrak performa pembalap mereka. Ayahanda Sean tersebut menerangkan bahwa ketahanan fisik memang menjadi patokan nantinya. ”Tetapi secara lebih detail, ini akan menjadi kans bagus buat mereka dalam GP2 nanti,” ujarnya kemarin (9/4).

Pengalaman manis Sean ketika tampil di Asia Le Mans Series menjadi modal penting buat dia menjalani musim pertama di seri Eropa. Terlebih lagi, prestasi dengan menempati posisi tiga besar di kelas LMP2 itu akan jadi pijakan buat Sean, Mitch dan Antonio. Apalagi tahun lalu, Antonio dan Sean sudah bersama dalam tim di Asia Le Mans Series.

Ricardo menjelaskan bahwa catatan yang ditunjukkan mereka musim lalu tersebut diharapkan bisa dipertajam lagi musim ini. Apalagi persaingan diprediksi bakal semakin ketat. Keberadaan Sean dalam ajang balap dunia menjadi kebanggaan tersendiri buat Indonesia. Meski belum bisa bicara banyak di ajang GP2, Sean dan timnya masih punya kesempatan menorehkan prestasi di European Le Mans Series 2016 kali ini.

Sementara itu, Sean tetap memprioritaskan ajang GP2 yang menjadi musim kedua buat dia tahun ini. Apalagi dengan kesempatan yang dia miliki, tentu dia berupaya tidak melepaskan begitu saja. Apalagi, dimasa mendatang, dia punya potensi dan kesempatan untuk bisa meniru kiprah seniornya, Rio Haryanto yang sudah terlebih dahulu tampil di ajang balap Formula1.

”Moment penting tahun ini perlahan saya ikuti. Setiap fase yang ada tak mau saya lewatkan begitu saja,” urainya. Dalam hal ini, setiap ajang balap yang diikuti Sean terus diupayakan untuk bisa mendukung performa dia dalam ajang balap GP2 sesungguhnya.        

Sebagai catatan di musim GP2 2015 lalu, Sean tampil kurang memuaskan bersama tim Carlin. Dia mengakhiri lomba di peringkat ke-39 dari 35 pembalap yang ambil bagian. Prestasi terbaik yang ditunjukkan Sean yakni saat finis di posisi 15 dalam sprint race di Bahrain. (nap/mei)