SDN 9 Terancam Disegel

SDN 9 Terancam Disegel

  Senin, 16 May 2016 10:06
PERINGATAN: Plang peringatan yang dipasang pemilik lahan didepan Gedung SDN 9 Kelurahan Pasir Wan Salim. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Sengketa lahan Sekolah Dasar Negeri  (SDN) 9 Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur tak kunjung menemukan solusi. Belum lama ini, pemilik lahan memasang plang peringatan agar lahan segera dikosongkan. Pihak sekolah diberikan deadline hingga 30 Mei mendatang.

“Memang benar yang memasang plang tersebut dari ahli waris pemilik lahan yang diatasnya dibangun SDN 9 Pasir Wan Salim. Plang itu sebagai bentuk peringatan agar pihak sekolah segera memutuskan solusi dari permasalahan yang sudah berlarut-larut itu,” terang Tokoh Pemuda Kelurahan Pasir Wan Salim, Mohlis Saka, Minggu (15/5) sore.

Menurut Mohlis, tindakan pemilik lahan memasang plang peringatan itu cukup beralasan. Sebab, selama ini tidak ada kejelasan penyelesaian dalam permasalahan tersebut. Meski telah beberapa kali dilakukan pertemuan dan pembahasan, namun belum mencapai keputusan bersama.

“Apalagi sampai tanggal 30 Mei nanti tetap tidak ada kejelasan, maka pemilik lahan berencana akan menyegel bangunan SDN 9 yang masuk diatas lahan miliknya. Kabarnya lahan tersebut akan dikapling,” bebernya.

Dampaknya, timpal Mohlis, pemasangan plang tersebut menimbulkan keresahan bagi para orang tua dan siswa yang menimba ilmu di SDN 9 Kelurahan Pasir Wan Salim. Mereka khwatir jika penyegalan benar dilaksanakan nantinya, maka dipastikan aktivitas belajar mengajar akan terhambat.

“Makanya, saya menyarankan agar Disdikpora segera mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalahan lahan tersebut. Jangan biarkan terus berlarut hingga mengancam kelangsungan dunia pendidikan,” tegasnya.

Mohlis menyarankan agar Disdikpora membeli lahan tersebut. Hal itu semata-mata untuk efektifitas dan efisiensi anggaran daerah. Sebab, jika harus membeli lahan lain maka dana yang dikeluarkan lebih besar. Karena, Disdikpora harus menyiapkan anggaran pembangunan gedung sekolah.

“Kalau lahan yang ada dibeli, maka Disdikpora cukup mengeluarkan anggaran untuk lahan saja tanpa harus membangun kembali gedung baru. Kita berharap pemerintah daerah segera memutuskan agar memberikan ketenangan bagi orang tua dan siswa,” harapnya.

Salah satu orang tua siswa SDN 9 mengaku sangat resah dengan adanya pemasangan plang peringatan tersebut. Jika pemilik lahan benar-benar melakukan penyegelan, maka dipastikan berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah itu.

“Kasihan siswa yang akan menjadi korbannya. Siswa tidak bisa belajar dengan baik dan maksimal di sekolah. Makanya, pemerintah daerah harus segera memutuskan penyelesaian masalah lahan ini,” desaknya orang tua siswa yang enggan namanya dikorankan.

Persoalan sengketa lahan SDN 9 Kelurahan Pasir Wan Salim sudah berlangsung sejak beberapa tahun silam. Bahkan, permasalahan itu sendiri mendapatkan sorotan serius dari Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Mempawah.

“Kami menyarankan agar pemerintah daerah segera membeli lahan sengketa di SDN 9 Pasir Wan Salim. Selama permasalahan ini belum dituntaskan, maka menghambat aktivitas belajar dan pembangunan. Lihat saja beberapa ruang kelas yang rusak tidak bisa diperbaiki akibat sengketa lahan ini,” sesal Jubir Pansus LKPJ, Rusli Abdullah di Gedung DPRD Mempawah, beberapa waktu lalu.(wah)

Berita Terkait