SDN 7 Mempawah Timur Rusak

SDN 7 Mempawah Timur Rusak

  Kamis, 28 July 2016 09:30
RUSAK: Kondisi ruang kelas 1 di SDN 7 Mempawah Timur yang rusak parah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan harus didukung dengan fasilitas yang menunjang. Pemerataan pembangunan sarana prasarana pendidikan harusnya terealisasi disegala lingkungan masyarakat. Sebab, negara telah menjamin hak warganya untuk mendapatkan akses pelayanan pendidikan yang maksimal.

Seperti yang dialami siswa-siswi SDN 7 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur. Sejak beberapa tahun belakangan ini tidak bisa menikmati fasilitas yang memadai. Sejumlah ruang kelas dan toilet rusak parah. Pada ruang kelas 1 misalnya, sebagian atap bangunan sudah bolong. Bahkan, jika turun hujan para siswa harus mengungsi mencari tempat yang aman dari siraman air.

Belum lagi kondisi lantai yang menggunakan pondasi kayu dan papan tampak sudah rapuh. Jika siswa tidak hati-hati ketika berjalan, maka mereka bisa celaka. Bukan hanya ruang kelas, bangunan toilet pun rusak parah. Dari empat unit toilet yang ada, hanya dua unit yang masih bisa difungsikan walau pun kondisinya tak layak pakai. Satu unit toilet untuk guru, dan satunya lagi digunakan untuk siswa.

 “Kami sebagai orang tua terkadang cemas dengan kondisi fasilitas sekolah yang sudah uzur itu. Kami khawatir anak-anak bisa celaka selama proses belajar mengajar. Makanya saya selalu berpesan kepada anak agar selalu berhati-hati dan jangan bermain di fasilitas yang rusak,” ujar orang tua siswa SDN 7 Mempawah Timur, Mohlis, Rabu (27/7) pagi.

Mohlis mengaku prihatin dengan kondisi fasilitas pendidikan tersebut. Padahal, dia menyebut Pemerintah Kabupaten Mempawah memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan didaerah itu.

 “Masih kurang pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan. Sekolah yang berada di Kecamatan Mempawah Timur yang notabene berada diwilayah Kota Mempawah saja masih memprihatinkan seperti itu,” cecarnya.

Dalam pembangunan dunia pendidikan, Mohlis menyarankan hendaknya Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan skala prioritas. Artinya, sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan layak untuk dibangun, hendaknya diutamakan.

 “Pendidkan itukan hak seluruh warga negara yang telah diamanatkan dalam konstitusi. Maka, pemerintah tidak boleh tebang pilih dalam urusan membangun fasilitas pendidikan. Kami berharap SDN 7 ini dapat segera dibangun oleh pemerintah daerah. Jangan dibiarkan berlarut, karena dapat menghambat proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan siswa,” tegasnya mengakhiri.

Sementara itu, pihak sekolah mengaku sudah menyampaikan permasalahan kerusakan bangunan itu kepada UPT setempat. Pihak UPT pun merespon dengan menjanjikan alokasi anggaran untuk pembangunan sekolah itu.(wah)

Berita Terkait