SDN 22 Kedamin ke Provinsi

SDN 22 Kedamin ke Provinsi

  Sabtu, 24 September 2016 10:18
SEKOLAH SEHAT: SD Negeri 22 Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, terpilih mewakili Kapuas Hulu dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalbar.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Setelah melewati seleksi yang sangat ketat, Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, dipercaya mewakili Kapuas Hulu dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi yang diikuti seluruh SD se-Kalbar. Mereka terpilih karena dinilai layak sebagai contoh dan mendapat SK Bupati Kapuas Hulu untuk berkompetisi di tingkat Provinsi.

 
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, menjelaskan bahwa lomba ini akan memacu sekolah-sekolah di Kapuas Hulu untuk menerapkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Sehingga, harapan dia, akan tercipta sekolah sehat dan nyaman bagi siswa dalam belajar. Demikian juga jajanan anak-anak, dijamin dia, akan menjadi lebih sehat atau higienis.

“SDN 22 Kedamin Hulu itu salah satu sekolah sekolah sehat yang ada di Kapuas Hulu,” tutur Kusnadi, sapaan karibnya. Dikatakan dia bahwa menjadi sekolah sehat tidak harus memiliki gedung yang mewah. Yang lebih penting, menurut dia, bagaimana komitmen bersama dalam menciptakan kebersihan lingkungan dan kenyamanan di sekolah itu sendiri. “Itu tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa, tetapi lingkungan sekitar juga mesti mendukung,” kata dia.

Kusnadi mengatakan, persiapan Lomba Sekolah Sehat sebelum penilaian, merupakan tanggung jawab semua tim. Tak hanya sekolah yang mengikuti lomba, tapi juga, dia menambahkan, terhadap instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kapuas Hulu. “Ini bukan semata-mata tanggung jawab Dinas Pendidikan ataupun SDN 22 Kedamin Hulu, tetapi tanggung jawab tim, agar hasil yang didapat mengharumkan Kapuas Hulu ini,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, kepala SD Negeri 22 Kedamin Hulu, Ida Yati, menuturkan bahwa persiapan yang dilakukan mereka sudah 60 persen. Di antaranya, mereka melakukan pembenahan di sejumlah ruangan dengan segala keterbatasan. Upaya tersebut, diakui dia, juga didukung juga oleh para orang tua murid. “Saat ini kami sedang berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan diri, meskipun sekolah keterbatasan dana,” ucap Ida.

Untuk persiapan, Ida mengaku hanya menggunakan uang pembinaan dari gelar juara I tingkat kabupaten yang diraih mereka, yakni sekitar Rp5 juta. Sedangkan pembinaan dari sejumlah instansi terkait, diakui dia, sampai saat ini belum maksimal, bahkan belum ada. Padahal, diungkapkan dia, masih banyak yang harus dibenahi. “Ingat, sekolah kami ini kan mewakili Kabupaten Kapuas hulu ketingkat Provinsi,” tuturnya.

Dia berharap ada kerja sama yang baik dari semua pihak terkait yang turut mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Dia berharap agar jangan sampai persiapan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, padahal ini sudah menjadi tanggung jawab bersama. Walaupun banyak keterbatasan, ia tetap optimistis sekolah yang dipimpinnya bisa memenangi lomba. “Saya optimis bisa menang, kami terus berusaha,” tegasnya.

Ida mengungkapkan jika sekolahnya sudah menyandang akreditasi A. Dalam menghadapi lomba sekolah sehat, mereka akan bekerja dan berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan yang dimiliki. “Jika sukses dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi, tentu harus bahu membahu melakukan berbagai persiapan untuk menuju lomba ketingkat nasional,” bebernya.(aan)

 

 

Berita Terkait