Sayur Jiran Serbu Kalbar

Sayur Jiran Serbu Kalbar

  Selasa, 20 September 2016 09:34

Berita Terkait

SAMBAS- Sekitar 14 ton terdiri dari wortel, kentang serta bawang merah dari Malaysia yang diamankan Tim Intel Korem 121/ABW di dekat KantorCamat Ledo Bengkayang pada Jumat (16/9) malam. Diserahkan ke pihak Bea  Cukai Sintete, Senin (19/9) untuk ditindaklanjuti.

 
Kepala Bea Cukai Sintete, Aris Sudarminto mengatakan setelah sempat diamankan oleh Tim Intel Korem. Saat ini, tangkapan diserahkan sepenuhnya kepada Bea Cukai Sintete. Pihaknya pun akan segera menindaklanjutinya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya pada Senin (19/9) langsung melakukan bongkar muat sekitar 14 Ton terdiri tiga jenis barang yang diangkut menggunakan dua unit truk. Hal ini guna melihat dan mengetahui jumlah masing-masing komoditi.

“Kita juga sedang memeriksa dua sopir yang membawa truk pengangkut wortel, kentang dan bawang merah,” kata Aris, Senin (19/9) kepada wartawan.

Mengenai pelanggarannya, pihaknya masih mendalami dengan memintai keterangan terhadap para sopir. Terlebih, barang-barang ini ditangkap bukan langsung dari border (sudah lanjutan). Sehingga memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.

“Mengenai tindak lanjut setelah diserahkan ke Bea Cukai, berdasarkan border trade agreement RI Malaysia (600 RM). Masyarakat diperbatasan mendapatkan fasilitas fiskal secara khusus mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok mereka. Namun jangan sampai keluar dari daerah yang sudah ditentukan.

Karena pasti itu melanggar UU kepabeanan. Jadi kita akan mendalami keterangan pada supir yang diamankan. Namun yang jelas, barang-barang tangkapan tersebut akan menjadi barang dikuasai negara/barang milik negara,” katanya.

Sambil menunggu proses yang sedang dilakukan. Aris Sudarminto memberikan apresiasi yang dilakukan pihak Tim Intel Korem 121/ABW. Hal ini sebagai bentuk sinergi yang baik di lapangan dalam rangka mencegah terjadinya penyelundupan.

“Perintah Presiden Joko Widodo kepada Bea Cukai Sangat jelas, berantas penyelundupan. Kepala Kanwil DJBC Kalbagbar juga sudah memberikan

arahan kepada kami untuk selalu bersinergi dalam pelaksanaan tugas,” katanya.

Aksi Penyelundupan, sebutnya, sangat merugikan perekonomian bangsa. Selain mengganggu tumbuhnya industri dan perdagangan dalam negeri. Penerimaan negara juga tidak ada.

“Padahal saat ini negara sangat membutuhkan penerimaan untuk menguatkan struktur APBN. Semua aparat negara yang berada di perbatasan harus satu visi dan bersama mendukung kebijakan ini,” katanya.

Untuk saat ini, wortel, kentang serta bawang merah disimpan dalam gudang untuk proses pemeriksaan oleh Bea Cukai Sintete. Petugas Bea Cukai juga melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang mengangkutnya. Diakui pihak Bea Cukai Sintete, jika diperlukan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya selama proses pemeriksaan.

Salah satu supir yang diminta keterangan di Bea Cukai Sintete mengaku. Jika dirinya hanya disuruh membawa truck oleh seseorang untuk mengantarkan wortel, kentang dan bawang merah dari Seluas ke Singkawang.

 “Saya hanya sopir, untuk membawa barnag ini saya diberi uang transportasi Rp600 ribu,” katanya. Dirinya pun mengaku tak kenal siapa yang menyuruhnya, hanya mengetahui nama saja. Termasuk dimana gudangnya, karena barang yang dibawa langsung diambil oleh pemesan.

Setelah dibongkar, ke dua truk membawa kentang yang dikemas dalam kotak kertas dan label kemasannya berlabel China. Untuk wortel, juga sama dikemas dengan kotal kertas dalam kemasan berlabel korea. Sementara untuk bawang merah, dikemas dalam karung.(fah)

Berita Terkait