Sawit Rusak Jalan Negara

Sawit Rusak Jalan Negara

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Kerusakan ruas jalan Badau menuju Kecamatan Puring Kencana dan Kecamatan Empanang semakin parah. Sejumlah pihak menuding kerusakan tersebut lebih disebabkan aktivitas pengangkutan buah kelapa sawit milik PT Kencana Grup yang melebihi tonase. Sebetulnya ruas jalan tersebut sudah sering diperbaiki pemerintah, tetapi rusak lagi.

 “Kerusakan sudah berlangsung lama dan sudah sering diperbaiki oleh pemerintah daerah, tapi rusak lagi karena angkutan buah sawit melebihi tonase,” terang Stefanus, anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, kemarin, di Putussibau. Dia menjelaskan, setiap kali diperbaiki, dalam waktu singkat jalan tersebut kembali rusak. Kerusakan tersebut, menurut dia, dikarenakan setiap hari sejumlah truk perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Kencana Grup di perbatasan yang melintas di sana.

Seharusnya, kata Stef, sapaan karibnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroprasi di wilayah tersebut sadar diri. Mereka, menurut dia, ahrus turut membantu pemerintah dalam memperbaiki kerusakan jalan yang rusak tersebut.

"Harusnya ada kompensasi yang diberikan pihak perusahaan kepada Pemda karena mereka lewat jalan itu," katanya. Apalagi, dia mengingatkan, jalan tersebut merupakan jalan poros utama dua kecamatan, Puring dan Empanang.

Selain itu, kata politisi Kapuas Hulu ini, peruntukan pembangunan jalan oleh pemerintah, juga bukan untuk kepentingan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pembangunan tersebut, ditegaskan dia, dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Masyarakat Puring Kencana dan Empanang jika ingin ke Kota Putissibau, diakui dia, harus melewati jalan tersebut tanpa alternatif lain. Karenanya, dipastikan dia, jika jalan itu rusak, maka akses masyarakat terganggu total.

Dikatakan Stef, Kecamatan Badau, Empanang, dan Puring Kencana berbatasaan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Maka, menurut dia, akan sangat memalukan bila warga negara Jiran melihat kondisi jalan yang ada di negeri ini, dalam keadaan hancur seperti itu.

"Daerah perbatasan (di sana) itu, wajah Indonesia, dengan jalan yang rusak seperti itu, tentunya membuat malu. Pemda harus segera perbaiki jalan itu," katanya.

Untuk itu, Komisi C DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, menurut dia, dalam waktu dekat ini akan melakukan peninjauan langsung terhadap ruas jalan tersebut. "Rencananya dalam bulan ini kami akan turun ke lapangan,” janji dia.

Mereka akan memastikan apakah kerusakan jalan tersebut murni karena aktivitas pengangkutan buah sawit atau ada faktor lain. Dengan demikian, harapan dia agar persoalan menjadi jelas dan harus diselesaikan secepatnya. (aan)

 

Berita Terkait