Satukan Niat Bangun Mempawah, Tablig Akbar Syekh Ali Jaber

Satukan Niat Bangun Mempawah, Tablig Akbar Syekh Ali Jaber

  Sabtu, 14 May 2016 14:06

Berita Terkait

RIBUAN jemaah memadati Masjid Agung Alfalah, Mempawah, Kamis (12/5). Tak beranjak sejak usai pelaksanaan salat Zuhur, jemaah sabar menanti kedatangan Syekh Ali Jaber, dai kondang asal Madinah. Hari itu, di tengah padatnya agenda dakwah di Kota Pontianak, Syekh Ali meluangkan waktu untuk berkunjung ke Bumi Galaherang Mempawah. Bertempat di Masjid Agung Alfalah, dai yang kerap menghias layar kaca ini mengisi Tablig Akbar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam tahun 1437 H/2016 M. Kehadiran Syekh Ali di Mempawah merupakan program Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerja sama dengan pengurus Masjid Agung Alfalah dan ormas-ormas Islam Kabupaten Mempawah.

“Alhamdulillah kita telah mendatangkan ulama dari Madinah, Arab Saudi. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk juga menyempurnakan akhlak, sebagaimana tujuan diutusnya Nabi Muhammad oleh Allah Taala. Yang terpenting, jemaah dapat mengambil intisari dari ceramah Syekh Ali dan mengamalkannya,” kata Bupati Ria Norsan dalam sambutan singkatnya.

Dalam ceramahnya, Syekh Ali Jaber menekankan pentingnya syariat salat lima waktu. Ulama muda yang hafal Alquran di usia 11 tahun itu menyebut Isra Mikraj sebagai peristiwa agung. Melalui Isra Mikraj, Allah Taala memuliakan Nabi Muhammad. Pada momen Isra Mikraj, seluruh nabi berbaiat kepada Nabi Munammad. Terkait kewajiban salat, Syekh Ali menyebutnya sebagai syariat istimewa, karena pada peristiwa Isra Mikraj itulah tersebut kewajiban salat ditetapkan.

“Biasanya perintah Allah melewati wahyu melalui Malaikat Jibril. Namun karena sangat penting dan istimewa, maka Jibril tidak bisa membawanya. Biasanya wahyu diantarkan, tetapi kali ini dijemput untuk bertemu langsung dengan Allah Subhanahu wataala,” tuturnya.

Karena itu, Syekh mengingatkan umat Islam untuk menjaga salat. Menurutnya, ibadah salat tidak berat. “Lima waktu hanya sebentar saja. Coba dihitung satu kali salat sekitar 10 menit, maka total hanya 50 menit, tidak sampai satu jam. Padahal satu hari itu 24 jam,” ujarnya. Dia menyebut salat adalah kunci kebahagiaan. Sebab itu semua orang tua harus mendidik anak untuk menegakkan salat. “Kalau ingin anak selamat, maka utamakan shalat,” dia menegaskan.

Di pengujung ceramah, Syekh mendoakan Kabupaten Mempawah agar damai dan sejahtera. Dia berharap Mempawah tetap harmonis dan jauh dari bala dan musibah. “Hati-hati, banyak orang yang punya kepentingan untuk menghancurkan keamanan dan kenyamanan lingkungan kita. Ini untuk masa depan generasi muda mendatang,” tutupnya. (*)

Narasi dan Foto:

Humas Pemkab Mempawah

Berita Terkait