Satu Suara untuk Palestina

Satu Suara untuk Palestina

  Minggu, 18 September 2016 10:15
Retno Marsudi

Berita Terkait

MARGARITA – Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT GNB) resmi dibuka di Margarita, Venezuela, kemarin. Ajang tersebut dimanfaatkan Indonesia untuk menyampaikan beberapa sikap resmi. Di antaranya mengenai revitalisasi GNB dan konsistensi mendukung kedaulatan Palestina.

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ada juga Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Mochammad Luthfie Witto'eng, Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi, dan anggota staf ahli Wapres Yuddy Chrisnandi.

Dalam forum tersebut, JK meminta semua negara kembali pada semangat awal pembentukan GNB. Yakni, menjaga solidaritas dan perdamaian bersama. JK menganggap anggota GNB kini sering membawa kepentingan negara masing-masing. Banyak pula anggota GNB yang terlibat dalam konflik internal. Karena itu, JK meminta agar program-program GNB disesuaikan dengan kondisi abad ke-21. 

JK juga menyampaikan dukungan pada kemerdekaan Palestina. Menurut dia, masalah Palestina hampir selalu dibawa dalam berbagai konferensi dunia. Namun, yang paling penting adalah menjaga soliditas internal Palestina. ''Kalau kondisi dalam negeri Palestina masih terpecah, sampai kapanpun masalah tidak akan selesai, meski berkali-kali dibahas dalam berbagai forum. Jadi, ini sebenarnya lebih pada masalah internal Palestina sendiri,'' tegasnya. 

Menlu Retno Marsudi menambahkan, masalah Palestina juga dibahas pada pertemuan tingkat menteri sebelum KTT GNB dimulai. Retno telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Palestina Riyad Al Maliki. Dalam pertemuan tersebut, Menlu Palestina menjelaskan situasi terkini negaranya. ''Masalah Palestina merupakan isu prioritas dalam GNB,'' katanya. 

Pada akhir pertemuan, para menteri dari negara anggota Komite Palestina GNB mengesahkan deklarasi. Isinya, penegasan kembali dukungan pada perjuangan Palestina.

Selain Indonesia, pertemuan itu dihadiri Aljazair, Bangladesh, Kolombia, Kuba, dan Mesir. Juga,  India, Malaysia, Palestina, Senegal, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.

Sikap Indonesia adalah mendukung dimulainya kembali negosiasi mengenai kemerdekaan Palestina. Menlu juga menegaskan bahwa masyarakat internasional perlu memberikan tekanan lebih besar kepada Israel. Israel juga harus menghentikan pembangunan ilegal dan resettlement di wilayah pendudukan Palestina. 

Pada 3 Juni lalu Pemerintah Prancis mengadakan pertemuan khusus dengan 28 negara. Pertemuan itu membahas rencana konferensi internasional untuk mempercepat dimulainya kembali perdamaian di Palestina. ''Pada 6 Juli, saya kembali ke Paris untuk bicara langsung dengan Menlu Prancis. Intinya, Indonesia siap menindaklanjuti hasil konferensi tentang perdamaian Palestina,'' kata Retno. 

Retno mengatakan, dukungan kepada Palestina merupakan salah satu alasan utama pendirian GNB. Karena itu, semua anggota GNB harus terus memberikan dukungan agar Palestina berdaulat dan merdeka secara penuh. (*/ca)

Berita Terkait