Satu Penyu Sisik Dilepasliarkan

Satu Penyu Sisik Dilepasliarkan

  Jumat, 12 Agustus 2016 09:14
LEPASLIARKAN : Petugas BKSDA Kalbar melepaskan seekor penyu sisik di Pantai Pulai Datok yang merupakan habitat asli penyu tersebut. AHMADSOFIE/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUKADANA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat berserta Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang melakukan pelepasliaran 1 ekor Penyu Sisik di Pantai Pulau Datok, Sukadana, pada Minggu (7/8) lalu. Pulau Datuk dipilih karena merupakan habitat asli penyu bernama latin Eretmochelys imbricata itu.

Penyu yang diperkirakan berusia 3 tahun itu dilepasliarkan langsung oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, dan disaksikan oleh Kepala SKW I Ketapang, Ruswanto, serta Daops Galaag Ketapang dan Yayasan Palung.

Ruswanto menceritakan, pada tanggal 3 Agustus 2016, petugas BKSDA Kalimantan Barat melakukan evakuasi 1 ekor Penyu Sisik hasil penyerahan dari salah satu warga di Taman Rekreasi Pantai Air Mata Permai, Ketapang. "Penyu ini diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamat TSL Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Daops Galaag Ketapang," katanya.

Belum lama ini BKSDA Kalimantan Barat melalui SKW I Ketapang juga melakukan operasi terhadap telur penyu yang diperjualbelikan di Ketapang. Hal itu jelas dilarang karena melanggar peraturan, mengingat penyu sisik ini dilindungi.

Perwakilan dari Yayasan Palung, Edi Rahman menambahkan, Penyu sisik merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang langka. Namun sangat disayangkan meski telah dimasukan ke dalam satwa dilindungi, tetap saja terus mengalami penurunan populasi. Ini dikarenakan banyaknya perburuan telur Penyu serta perubahan bentangan alam yang menyebabkan terganggunya habitat hidup dan habitat peneluran penyu.

Di Ketapang, terutama di pantai-pantai terlebih di Kecamatan Kendawangan merupakan salah satu habitat penyu bertelur termasuk Penyu Sisik. "Ada beberapa pulau yang menjadi lokasi penyu bertelur termasuk penyu sisik di antaranya Pulau Penambun, Pulau Batu Titi, Pulau Kelapa Condong, Pulau Gelam serta beberapa pulau lainnya," katanya.

Pulau-pulau tersebut masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Kendawangan. Namun saat ini, yang sangat disayangkan di beberapa pulau tersebut, banyak para nelayan yang selalu mampir untuk berburu telur penyu untuk diperjualbelikan. "Selain manusia yang menjadi ancaman terhadap telur Penyu adalah hewan predator seperti Anjing Laut dan biawak," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait