Satu Napi Lapas Kabur

Satu Napi Lapas Kabur

  Rabu, 27 April 2016 10:03
DIJEBOL: Plafon milik Lapas Kelas II B Ketapang yang berhasil dijebol oleh napi atas nama Syarif Kadarusma, untuk melarikan diri. Pelariannya baru diketahui oleh para petugas pada Rabu (20/4) sore. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Jadi Kasus Kali Ketiga

KETAPANG – Satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang, kabur. Napi yang diketahui bernama Syarif Kadarusman (20) tersebut, melarikan diri pada Rabu (20/4) lalu, melalui plafon Lapas. Saat ini petugas sedang mencari keberadaan napi tersebut.

Pelaksanatugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIB Ketapang, Nurkaimi, membenarkan informasi mengenai kaburnya napi tersebut. Dijelaskan dia jika informasi tersebut diketahui oleh petugas Lapas pada Rabu (20/4) sore. "Kami mengetahui ada salah satu napi kabur ketika akan mengunci pintu sel sekitar pukul 05.00 sore," katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin (26/4).

Ia menjelaskan, napi yang kebur merupakan penghuni blok C kamar C7. Napi atas kasus pencurian tersebut sudah menjalani masa hukuman hampir 2 tahun. Sementara, dia menambahkan, sisa hukuman bersangkutan masih 2,7 tahun lagi. Napi tersebut, menurutnya, melarikan diri dengan cara memanjat pagar sel dan menjebol plafon yang berada di teras kamar.

"Dari 35 kamar sel, 99 persen plafon kamar sel terbuat dari kayu dan hanya ada beberapa yang terbuat dari betol. Begitu juga dengan plafon teras sel yang terbuat dari kayu, sehingga dengan mudah dijebol," aku Nurkaimi.

Sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Ketapang. Mereka bahkan telah membentuk tim untuk melakukan pencarian. "Kita sedang berupaya mencari napi yang lari tersebut. Kita juga minta bantuan kepada Polres Ketapang," ungkapnya.

Menurutnya, kasus kaburnya napi tersebut merupakan kasus kali ketiga. Sebelumnya, diungkapkan dia, dua napi juga berhasil kabur. Namun, dia menambahkan jika kedua pelarian tersebut tidak murni kabur sendiri, melainkan dibantu oleh sipir. "Yang murni kabur sendiri baru kali ini. Kita upayakan secepatnya untuk segera ditangkap kembali," pungkas Nurkaimi.

Kepala Keamanan Lapas, Hardiman, memastikan jika pelarian napi tersebut murni tanpa bantuan dari sipir. Napi tersebut dapat melarikan diri, diakui dia karena luput dari pengawasan mereka. "Saat itu ada olahraga. Jadi, fokus petugas mengawasi napi yang sedang melakukan olahraga," kata Hardiman.

Ia menjelaskan, baru mengetahui ada napi yang kabur ketika hendak mengunci pintu sel. "Kita hitung kurang satu. Kita tanya kepada kawan-kawannya di dalam sel, tidak ada yang tahu. Kita cari di setiap sudut tidak ditemukan, baru kita sadar kalau ada satu napi yang kabur," jelansya.

Pihaknya pun mencari titik dari mana napi tersebut kabur. Setiap sudut Lapas diperiksa dan mereka tidak menemukan tanda-tanda ada upaya pengrusakan untuk kabur. Tidak lama kemudian, mereka mendapati ada plafon teras sel yang jebol. "Dari situlah kami curiga kalau dia lari lewat plafon itu," paparnya.

Pihaknya menduga bahwa napi tersebut sudah keluar dari Lapas pada saat itu juga. Namun, baru keesokan harinya mereka mengetahui ada plafon yang jebol di bagian depan bangunan penjara tersebut. Diyakini dia jika plafon tersebut dijebol oleh napi yang melarikan diri pada malam harinya. "Malam itu juga langsung dikumpulkan dan kita tanya, tapi tak ada satu pun yang mengaku tahu," ungkapnya.

Ia tak memungkiri, kaburnya napi dari Lapas disebabkan oleh kelebihan kapasitas hunian. Dari yang seharusnya hanya diisi 200 napi, namun kenyataannya Lapas tersebut, menurut dia, harus diisi oleh 377 napi. Sementara, dia menambahkan, jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah napi yang diawasi. "Bisa dikatakan satu petugas mengawasi 100 napi. Itu sangat tidak ideal," pungkasnya. (afi)